Jawa Pos Radar Madiun – Persediaan beras di gudang Bulog Pacitan hampir menyentuh 3.600 ton.
Dengan stok tersebut, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pimpinan Bulog Cabang Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan, total stok beras di seluruh wilayah kerjanya saat ini mencapai sekitar 101 ribu ton.
Sementara khusus gudang Bulog Pacitan, persediaannya hampir 3.600 ton.
’’Untuk stok sangat aman. Di gudang Pacitan, stok kami juga sudah penuh, hampir 3.600 ton. Jadi, untuk kondisi sekarang sangat aman,’’ kata Budiwan, Kamis (10/9).
Selain menjaga stok beras, Bulog memastikan distribusi beras SPHP ke pasar terus berjalan. Salah satu titik yang rutin mendapatkan pasokan adalah Pasar Minulyo.
Menurut Budiwan, distribusi ke pasar tersebut bahkan dapat dilakukan hingga dua kali dalam sepekan apabila diperlukan untuk menjaga ketersediaan beras di tingkat konsumen.
’’Untuk Pasar Minulyo sangat rutin kami isi. Bahkan, kadang-kadang kami isi dua kali seminggu,’’ jelasnya.
Bulog juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengawasi kualitas maupun peredaran beras di pasaran. Setiap laporan atau temuan di lapangan disebut akan ditindaklanjuti.
Di sisi lain, ketahanan stok beras di Pacitan turut diperkuat melalui penyerapan hasil panen petani lokal.
Sepanjang 2026, hampir 2.000 ton beras petani Pacitan telah diserap dan masuk ke gudang Bulog.
Penyerapan tersebut menjadi bagian dari target Bulog yang tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya.
’’Secara keseluruhan, target penyerapan Bulog tahun ini juga meningkat. Dari sebelumnya berkisar 60 ribu–65 ribu ton menjadi sekitar 79 ribu ton,’’ terang Budiwan. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto