Jawa Pos Radar Pacitan – Pacitan diproyeksikan memegang peran strategis dalam peta ekonomi baru Jawa Timur.
Kabupaten berjuluk Kota 1001 Gua itu disiapkan menjadi salah satu simpul ekonomi kawasan selatan melalui pengembangan aglomerasi Pawitandirogo.
Kawasan ekonomi regional tersebut mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo.
Pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Timur tengah mematangkan konsep pengembangannya dengan menyesuaikan karakter dan potensi masing-masing daerah.
Kontur wilayah Pawitandirogo yang banyak dikelilingi pegunungan dinilai kurang ideal untuk pengembangan industri berat maupun manufaktur skala besar.
Karena itu, arah ekonomi kawasan lebih difokuskan pada pariwisata, agroforestri, perikanan, hingga ekonomi kreatif berbasis digital.
Dalam skema tersebut, Pacitan diproyeksikan menjadi pusat Southern Value-Addition.
Pariwisata bahari, sektor kelautan dan perikanan, serta keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) menjadi modal utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
Plt Kepala Bapperida Pacitan Muchamad Chusnul Fauzi mengatakan, pemkab mulai menyiapkan data pendukung mengenai berbagai potensi daerah.
Di saat bersamaan, penguatan konektivitas menjadi pekerjaan penting agar arus barang dan jasa dari maupun menuju Pacitan semakin lancar.
’’Sementara kami siapkan data dukung potensi yang dimiliki Pacitan, sekaligus upaya memperlancar arus barang dan jasa dari dan ke Pacitan,’’ ujarnya, Rabu (16/9).
Menurut Chusnul, aksesibilitas menjadi salah satu kunci pengembangan ekonomi Pacitan.
Konektivitas yang semakin baik diharapkan membuat berbagai potensi yang dimiliki daerah dapat dioptimalkan sekaligus membuka peluang investasi.
’’Potensi yang ada di Pacitan harapannya dapat dioptimalkan dengan aksesibilitas yang lebih baik,’’ jelasnya.
Pengembangan Pawitandirogo juga membuka peluang memperkuat keterhubungan Pacitan dengan pusat ekonomi di daerah lain.
Dengan demikian, potensi kawasan selatan tidak hanya mengandalkan pasar lokal.
’’Penyiapan kawasan ekonomi Pawitandirogo tentu akan baik untuk Pacitan,’’ katanya.
Namun, pengembangan ekonomi tetap harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.
Prinsip tersebut dinilai penting terutama karena pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan Pacitan.
’’Pacitan kita harapkan menjadi tujuan pariwisata berkelanjutan. Destinasinya tetap indah, tetapi kondisi alamnya juga harus lestari, hijau, dan terjaga,’’ pungkas Chusnul. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto