Jawa Pos Radar Madiun – Belum sempat diserahterimakan, bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bandar, Pacitan, sudah mengalami kerusakan.
Lantai beton bangunan yang disebut baru rampung sekitar tiga bulan lalu itu retak hingga ambrol di sejumlah titik setelah dilintasi truk bermuatan sekitar delapan ton.
Kerusakan tersebut muncul saat area KDMP Bandar digunakan untuk aktivitas penyaluran bantuan pangan pemerintah pada awal September lalu.
Ketua KDMP Bandar Saryono membenarkan adanya kerusakan pada lantai beton tersebut. ’’Memang ada sebagian yang agak retak karena muatan-muatan berat itu,’’ ujarnya, Sabtu (19/9).
Menurut Saryono, kendaraan yang melintas merupakan truk pengangkut beras dengan muatan sekitar delapan ton.
Beras itu merupakan bagian dari total 48 ton bantuan pangan yang disalurkan pada 3–4 September.
’’Retaknya itu dilewati truk muatan bantuan pangan yang kemarin dibagi,’’ katanya.
Kerusakan menjadi sorotan lantaran bangunan Koperasi Desa Merah Putih tersebut belum diserahterimakan kepada pemerintah desa maupun pengurus koperasi. Hingga Kamis (17/9), proses verifikasi bangunan masih berlangsung.
’’Belum diserahkan. Semua masih mau verifikasi,’’ ungkap Saryono.
Dia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak pelaksana pembangunan KDMP Pacitan tersebut.
Sebab, menurut Saryono, pengurus koperasi maupun pemerintah desa tidak banyak dilibatkan dalam proses pengerjaan.
’’Pelaksana yang mengerjakan saya tidak tahu, termasuk yang mencari tenaga,’’ jelasnya.
Saryono menyebut pengawasan pekerjaan di lapangan turut dilakukan Babinsa.
Sementara itu, belum ada kepastian mengenai penanganan lantai beton ambrol tersebut.
Saryono belum mengetahui apakah kerusakan bakal masuk dalam evaluasi dan ditindaklanjuti setelah proses verifikasi bangunan.
’’Belum ada perbaikan. Mungkin hari ini mau verifikasi. Apakah termasuk memperbaiki itu, saya juga tidak tahu,’’ pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto