Jawa Pos Radar Pacitan – Kesempatan menuntaskan pendidikan tetap terbuka bagi warga Pacitan yang sebelumnya putus sekolah.
Tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 757 peserta didik tercatat mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Mereka menempuh pendidikan melalui sanggar kegiatan belajar (SKB) maupun pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Khemal Pandu Pratikna mengatakan, pendidikan kesetaraan menjadi salah satu jalur bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal untuk kembali mengenyam bangku sekolah.
Menurut dia, ijazah yang diperoleh melalui pendidikan kesetaraan memiliki kedudukan setara dengan ijazah pendidikan formal pada jenjang yang sama.
’’Jadi, pendidikan Paket C itu tidak lebih rendah dari SMA. Ijazah pendidikan kesetaraan dan ijazah pendidikan formal memiliki kedudukan yang setara,’’ ujarnya, Jumat (25/9).
Khemal menjelaskan, pendidikan kesetaraan mencakup tiga jenjang. Yakni, Paket A yang setara sekolah dasar (SD), Paket B setara sekolah menengah pertama (SMP), serta Paket C setara sekolah menengah atas (SMA).
Program tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala melanjutkan pendidikan formal untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai jenjang yang dibutuhkan.
’’Mereka yang sebelumnya putus sekolah tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,’’ jelasnya.
Berdasarkan data Dindik Pacitan, jumlah peserta didik pendidikan kesetaraan pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai 757 orang.
Sementara itu, sepanjang 2025, sebanyak 538 peserta didik tercatat telah menyelesaikan pendidikan kesetaraan Paket C di Pacitan.
Dari jumlah tersebut, 23 orang merupakan lulusan SKB Negeri. Sedangkan 515 peserta didik lainnya berasal dari PKBM swasta.
Khemal menegaskan, pendidikan kesetaraan tidak hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh ijazah. Program tersebut juga membuka peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan.
Bekal pendidikan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu lulusan pendidikan kesetaraan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Menurut dia, lulusan PKBM memiliki kesempatan untuk bersaing dalam dunia kerja sebagaimana lulusan pendidikan formal lainnya.
’’Peserta didik jebolan PKBM juga bisa bersaing di dunia kerja,’’ pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto