Jawa Pos Radar Pacitan – Ribuan warga di Pacitan dilibatkan untuk membantu menjaring masyarakat yang belum terjangkau sistem perlindungan sosial. Dinas Sosial (Dinsos) mencatat 2.749 warga telah terdaftar sebagai agen perlindungan sosial (perlinsos).
Namun, belum seluruhnya aktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.143 agen atau 41,58 persen tercatat aktif membantu proses pendaftaran.
’’Tercatat 2.749 warga terdaftar sebagai agen yang membantu masyarakat mengakses layanan perlindungan sosial,’’ kata Kepala Dinsos Pacitan Heri Setijono, Senin (28/9).
Sementara itu, jumlah kepala keluarga (KK) yang telah terdaftar melalui berbagai kanal mencapai 12.470 KK. Angka tersebut setara sekitar 5,66 persen dari total 220.279 KK di Pacitan.
Heri menjelaskan, agen perlinsos berperan mendampingi masyarakat dalam proses pengusulan bantuan sosial. Termasuk membantu ketika terdapat data warga yang perlu diperbaiki maupun saat masyarakat mengajukan sanggahan terhadap hasil pendataan.
Pengusulan data dapat dilakukan melalui portal agen perlinsos. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan tetapi belum masuk dalam sistem pendataan.
Meski demikian, Heri menegaskan agen tidak memiliki kewenangan menentukan seseorang berhak atau tidak menerima bantuan sosial.
’’Agen hanya bertugas mendampingi dan membantu proses pengusulan,’’ jelasnya.
Para relawan juga dilarang meminta atau menerima uang, barang, hadiah, maupun bentuk imbalan lainnya dari masyarakat yang didampingi.
Kanal pendaftaran tersebut melibatkan berbagai unsur. Mulai ASN/P3K dan camat, pendamping PKH, masyarakat umum, operator desa/SIKS-NG, layanan mandiri, perangkat desa/kelurahan, agen Posyandu, hingga kepala lingkungan, RT, dan RW.
Keberadaan agen perlinsos diharapkan memperkuat partisipasi masyarakat dalam perlindungan sosial.
’’Terutama untuk menemukan warga yang membutuhkan bantuan tetapi belum masuk dalam sistem pendataan,’’ ungkap Heri.
Dia menegaskan agen perlinsos bekerja secara sukarela sebagai bentuk pengabdian sosial. Mereka tidak memperoleh honor maupun gaji dari tugas tersebut.
’’Tidak ada (honor, Red). Ini relawan peduli tetangga,’’ tegasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto