Belum 30 Persen Situs Song Terus Pacitan Terungkap, Ekskavasi Tertunda

Nur Cahyono • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 19:45 WIB
JEJAK PRASEJARAH: Museum Song Terus di Kecamatan Punung menyimpan 5.178 koleksi. FOTO-FOTO: NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN
JEJAK PRASEJARAH: Museum Song Terus di Kecamatan Punung menyimpan 5.178 koleksi. FOTO-FOTO: NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Sebagian besar jejak prasejarah di Situs Song Terus, Kecamatan Punung, Pacitan, masih terkubur. Diperkirakan belum 30 persen bagian situs tersebut berhasil diungkap melalui ekskavasi. Peluang menemukan fosil maupun artefak baru pun masih terbuka.

Edukator Museum Song Terus Yuwana Galih mengatakan, situs tersebut perlu terus dijaga sekaligus diteliti. Ekskavasi lanjutan diperlukan untuk mengungkap lebih banyak jejak kehidupan manusia prasejarah di kawasan Gunung Sewu.

’’Yang pertama, situs prasejarah tentunya harus kita jaga dan lestarikan. Jangan sampai rusak atau hilang,’’ ujarnya, Senin (28/9).

Sayangnya, belum ada kepastian kapan ekskavasi lanjutan dapat dilakukan. Menurut Galih, kebijakan efisiensi anggaran di tingkat kementerian berdampak terhadap sejumlah agenda penelitian.

’’Sejauh ini belum ada sama sekali karena semua kementerian terdampak kebijakan efisiensi. Itu turut menunda banyak penelitian,’’ jelasnya.

Padahal, penggalian lanjutan berpeluang menghasilkan temuan baru sekaligus memperkaya pengetahuan mengenai kehidupan prasejarah di Pacitan.

Saat ini Museum Song Terus menyimpan 5.178 koleksi hasil hibah Museum Buwono Keling dan BRIN. Koleksinya beragam, mulai bebatuan, peralatan manusia prasejarah, hingga fosil manusia, flora, dan fauna.

Ribuan koleksi tersebut dipamerkan dalam enam zona berdasarkan kronologi. Museum yang dibuka untuk umum sejak Oktober 2022 itu juga terus memperkuat penyajian materi agar lebih mudah dipahami pengunjung.

Pengelola menambahkan visual berupa lukisan dan gambar, terutama untuk membantu anak-anak memahami informasi sejarah. Informasi koleksi juga dilengkapi QR code dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

’’Anak-anak lebih tertarik melihat foto ataupun gambar secara langsung,’’ kata Galih. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
museum song terus Situs Song Terus pacitan gunung sewu ekskavasi