Pacitan Terik Tiga Hari, Suhu Tembus 34 Derajat dan Gelombang Capai 2,9 Meter

Nur Cahyono • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:00 WIB
TERIK: Cuaca Pacitan diprakirakan didominasi cerah berawan hingga berawan pada 27–29 September. Suhu siang hari berpotensi mencapai 34 derajat Celsius. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN
TERIK: Cuaca Pacitan diprakirakan didominasi cerah berawan hingga berawan pada 27–29 September. Suhu siang hari berpotensi mencapai 34 derajat Celsius. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca terik bakal mendominasi Pacitan selama tiga hari, 27–29 September. Suhu udara pada siang hari diprakirakan mencapai 32–34 derajat Celsius dengan kelembapan berkisar 36–52 persen.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, berdasarkan prospek cuaca BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, kondisi cuaca selama periode tersebut didominasi cerah berawan hingga berawan.

’’Suhu pada siang hari bisa mencapai 32 sampai 34 derajat Celsius,’’ ujarnya, Senin (28/9).

Menurut Yagus, kondisi atmosfer relatif kering masih terpantau. Kendati demikian, hujan ringan hingga sedang tetap berpeluang turun secara lokal. Curah hujan pada akhir September hingga awal Oktober secara umum diprakirakan rendah, termasuk di Pacitan.

Pada pagi hari, suhu udara diprakirakan berkisar 22–30 derajat Celsius dengan kelembapan 58–86 persen. Suhu kemudian meningkat hingga 34 derajat Celsius pada siang hari dan turun menjadi 23–26 derajat Celsius pada malam hingga dini hari.

’’Angin bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan hingga 20 kilometer per jam,’’ jelasnya.

Kondisi perairan selatan Pacitan juga perlu diwaspadai. Gelombang diprakirakan mencapai 2,5–2,9 meter.

Yagus mengingatkan warga menjaga asupan cairan ketika beraktivitas di luar ruangan. Kondisi panas dan kering juga perlu diantisipasi karena meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

’’Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan,’’ katanya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
pacitan cuaca pacitan bpbd pacitan kebakaran hutan dan lahan kekeringan