Kasus ISPA di Pacitan Tembus 16 Ribu, Pasien Berobat Melonjak 70 Persen

Nur Cahyono • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:30 WIB
WASPADA ISPA: Keluhan batuk, pilek, dan meriang meningkat di Pacitan. ILUSTRASI FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR PACITAN
WASPADA ISPA: Keluhan batuk, pilek, dan meriang meningkat di Pacitan. ILUSTRASI FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Keluhan batuk, pilek, hingga meriang belakangan meningkat di Pacitan. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat sekitar 16 ribu, sementara lonjakan pasien dengan keluhan serupa mulai terasa di fasilitas kesehatan.

Di RSUD dr Darsono Pacitan, jumlah pasien yang berobat dengan gejala batuk, pilek, dan meriang disebut meningkat sekitar 70 persen dibandingkan kondisi biasanya.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Daru Mustikoaji meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Penerapan gerakan masyarakat hidup sehat menjadi salah satu langkah pencegahan.

’’Gunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Perbanyak konsumsi buah dan sayur untuk membantu menjaga daya tahan tubuh,’’ imbaunya, Kamis (1/10).

Masyarakat juga diminta mencukupi kebutuhan cairan, rutin mencuci tangan menggunakan sabun, serta mengurangi paparan polusi. Membakar sampah dan paparan asap rokok juga sebaiknya dihindari.

Sementara itu, debu di dalam rumah disarankan dibersihkan menggunakan lap basah atau pel agar tidak beterbangan.

Daru mengingatkan, meningkatnya keluhan batuk dan pilek tidak otomatis menunjukkan peningkatan kasus influenza. ISPA dapat disebabkan virus, bakteri, maupun mikroorganisme lain. Gejalanya antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam.

Sedangkan influenza-like illness (ILI) merupakan infeksi saluran pernapasan akut dengan demam minimal 38 derajat Celsius disertai batuk, dengan onset tidak lebih dari 10 hari. Adapun influenza secara spesifik disebabkan virus influenza.

’’Untuk memastikan infeksi influenza diperlukan pemeriksaan laboratorium seperti PCR atau metode diagnostik yang sesuai,’’ terangnya.

Daru menyebut positivity rate influenza dari jejaring sentinel ILI-SARI secara nasional meningkat dari 37 persen menjadi 51 persen pada periode pengamatan. Influenza A(H1N1)pdm09 disebut menjadi subtipe dominan. Namun, peningkatan tersebut masih berada dalam pola musiman influenza.

Karena itu, lonjakan ISPA di Pacitan tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai peningkatan influenza terkonfirmasi.

’’Segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan apabila gejala tidak membaik dalam tiga hari atau mengalami sesak napas,’’ pungkasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
pacitan Dinas Kesehatan Pacitan ISPA influenza RSUD dr Darsono