Jawa Pos Radar Madiun – Pacitan mendapat ceruk tersendiri dalam arah pengembangan investasi kawasan Jawa Timur bagian barat. Bukan industri berat, kabupaten berjuluk 70 Miles of Sea Paradise itu diarahkan mengoptimalkan industri berbasis maritim hingga agroforestri untuk menciptakan nilai tambah.
Arah tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan Pawitandirogo yang mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo. Setiap daerah didorong mengembangkan sektor sesuai karakteristik dan potensi masing-masing. Pengembangan Pawitandirogo sebagai kawasan ekonomi dengan keunggulan berbeda-beda juga telah dibahas Pemprov Jatim sebelumnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, peningkatan konektivitas membuka peluang tumbuhnya kawasan industri sekaligus masuknya investasi baru.
’’Sejauh ini yang kami tangkap adalah pengembangan kawasan industri. Kawasan-kawasan industri ini sekarang memiliki aksesibilitas yang lebih baik karena adanya jalan tol,’’ ujarnya seusai Jawa Pos Radar Madiun Awards 2026, Selasa (29/9).
Namun, pengembangan investasi tetap perlu memperhatikan keberlanjutan sektor pangan. Emil menyebut penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi salah satu pijakan dalam pengembangan kawasan.
’’Harapannya investasi yang menciptakan lapangan kerja ini tidak mengancam keberlanjutan kedaulatan pangan,’’ jelasnya.
Khusus Pacitan, pengembangan diarahkan pada sektor yang bertumpu pada potensi laut dan sumber daya alam. Industri pengolahan hasil perikanan menjadi salah satu peluang yang dibidik.
’’Potensinya lebih kepada industri yang sifatnya maritim. Pengolahan ikan, pengolahan udang, kemudian juga pengolahan agroforestri,’’ terang Emil.
Sektor agroforestri turut dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Emil mencontohkan kemampuan salah satu SMK di Pacitan dalam menghasilkan produk olahan kelapa.
’’Kita ada SMK yang sudah bisa memproduksi coconut oil atau minyak kelapa berkualitas tinggi. Itu kerja sama, kalau tidak salah waktu itu, dengan Astra,’’ katanya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto