Jawa Pos Radar Madiun – Infrastruktur Jembatan Gunungsari di Kecamatan Arjosari, Pacitan, membutuhkan penanganan darurat.
Talud pada bagian sayap pengaman jembatan tersebut mulai terkikis akibat terjangan derasnya aliran air.
Bila terus dibiarkan tanpa perbaikan, gerusan air dikhawatirkan merembet ke struktur utama jembatan hingga memicu amblesnya badan jalan.
Ancaman kerusakan tersebut ditemukan langsung oleh anggota Komisi IV DPRD Pacitan Sri Widowati saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (1/10).
Ia mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait untuk tidak mengulur waktu penanganan.
"Harus segera ditangani secepat mungkin. Jangan menunggu sampai menggerus konstruksi jembatan dan badan jalan," tegas Sri.
Sri menilai tingkat kerusakan pada struktur talud saat ini relatif masih skala ringan hingga sedang.
Menurutnya, intervensi perbaikan yang dilakukan sekarang tidak akan menguras alokasi anggaran daerah terlalu besar.
Sebaliknya, jika terjadi pembiaran, potensi kerusakan dipastikan bakal meluas dan memicu biaya pemulihan yang jauh lebih membengkak di kemudian hari.
Oleh sebab itu, ia meminta dinas teknis segera turun ke lapangan untuk melakukan kajian teknis secara komprehensif.
Langkah ini penting guna memetakan tingkat kerawanan sekaligus menentukan metode konstruksi penanganan yang tepat.
Keberadaan talud pengaman tersebut sangat vital untuk menahan hantaman debit air river bank. Terlebih, titik kerusakan berada tepat di area sayap penopang utama.
"Penanganan saat ini tentu belum menyedot anggaran besar. Jangan sampai menunggu rusak parah baru ditindaklanjuti, karena biayanya pasti jauh lebih besar," pungkas Sri. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto