Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman penyakit jantung masih menjadi isu kesehatan krusial yang wajib diwaspadai masyarakat Pacitan.
Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, RSUD dr Darsono tercatat menangani ratusan pasien yang mengidap pelbagai jenis gangguan fungsi jantung.
Berdasarkan rekapitulasi data medis rumah sakit pelat merah tersebut, hypertensive heart disease without (congestive) heart failure atau penyakit jantung hipertensi tanpa gagal jantung kongestif menjadi kualifikasi yang paling mendominasi dengan jumlah mencapai 275 pasien.
Di posisi berikutnya, congestive heart failure atau gagal jantung kongestif mencatatkan 160 pasien.
Kemudian disusul atrial fibrillation and flutter sebanyak 107 pasien, angina pectoris unspecified sebanyak 87 pasien, serta acute transmural myocardial infarction of anterior wall atau serangan jantung akut sebanyak 51 pasien.
Direktur Utama RSUD dr Darsono Pacitan dr Johan Tri Putranto menegaskan, tren penyakit jantung membutuhkan atensi ekstra lantaran berkaitan langsung dengan performa organ vital dalam memompa darah ke seluruh jaringan tubuh.
Johan membeberkan, risiko penyakit jantung berbanding lurus dengan peningkatan usia.
Namun, faktor pemicu utama seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), jantung koroner, diabetes, serta gaya hidup tidak sehat menjadi variabel yang amat menentukan.
"Data pencatatan ini kami harapkan menjadi pemantik kesadaran masyarakat Pacitan untuk lebih disiplin memeriksakan kesehatan. Deteksi dini dan penanganan medis sejak awal amat vital untuk meminimalkan risiko keparahan," ujarnya pada Jumat (2/10).
Johan mengingatkan bahwa langkah pencegahan tidak sepatutnya baru dilakukan setelah timbul gejala atau komplikasi.
Menerapkan pola makan gizi seimbang, rutin berolahraga sesuai porsi kemampuan fisik, serta menghentikan kebiasaan merokok merupakan pilar utama menjaga kebugaran jantung.
Ia turut mendorong warga memanfaatkan fasilitas skrining kesehatan di layanan faskes terdekat guna memetakan potensi risiko lebih awal.
"Langkah antisipatif ini krusial untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sehingga tindakan medis pencegahan dapat segera diambil," pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto