PLN Nusantara Power Bidik Sungai Maron Pacitan Jadi Pusat Pembelajaran Lingkungan 2027

Suci Oktavia • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 17:20 WIB
WISATA BERKELANJUTAN: Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, dikembangkan PLN Nusantara Power UP Pacitan dengan memadukan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan.
WISATA BERKELANJUTAN: Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, dikembangkan PLN Nusantara Power UP Pacitan dengan memadukan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan.

Jawa Pos Radar Madiun – Sungai Maron tak sekadar dibidik menjadi magnet wisata Pacitan. Kawasan di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, tersebut ditargetkan menjadi center of excellence pada 2027.

Konsepnya sebagai pusat pembelajaran pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang dapat direplikasi di daerah lain.

PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Pacitan telah mendampingi pengembangan Sungai Maron sejak 2023.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, program tersebut tidak hanya menyasar pembangunan fasilitas wisata, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat.

’’Kami tidak ingin hadir hanya dengan membangun fasilitas kemudian meninggalkannya. Kami ingin membangun kapasitas masyarakat,’’ ujarnya dalam kegiatan Dari Energi untuk Sungai, Rabu (30/9).

Hingga kini, sekitar 116 kepala keluarga terlibat dalam ekosistem wisata Sungai Maron.

Mereka terdiri atas pengelola perahu wisata, pelaku UMKM, kelompok pengelola sampah dan perempuan, hingga berbagai usaha pendukung.

Sejumlah inovasi dikembangkan melalui program SUMANTRI BERSERI. Di antaranya 10 unit CAKRA Electric Boat, SPKLU berbasis tenaga surya, sistem peringatan dini banjir, TPS3R, konservasi sempadan sungai, serta pemanfaatan FABA untuk sejumlah fasilitas wisata.

Pengembangan berlanjut tahun ini melalui SUMANTRI BERANI. Salah satu fokusnya adalah mengolah limbah kelapa menjadi cocofiber, cocopeat, dan coirlog.

Sekitar 1.136 kilogram limbah kelapa diklaim dapat dimanfaatkan setiap bulan.

Coirlog hasil pengolahan selanjutnya digunakan untuk memperkuat bantaran sungai sekaligus membantu mengendalikan abrasi.

Upaya konservasi juga dilakukan melalui penanaman 310 pohon dan 31 ribu akar wangi, pemasangan coirlog, serta pelepasliaran 3.100 benih ikan sidat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Sungai Sedunia 2026 dan HUT ke-31 PLN Nusantara Power.

Ruly berharap pengembangan Sungai Maron mampu menjaga keseimbangan antara sektor wisata, ekonomi warga, dan kelestarian lingkungan.

’’Energi juga menjadi kekuatan untuk menggerakkan masyarakat, mengembangkan ekonomi, menjaga lingkungan, dan memastikan sungai tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang,’’ katanya. (suc/her)

Editor : Hengky Ristanto
SUMANTRI BERSERI SUMANTRI BERANI pacitan PLN Nusantara Power Sungai Maron