Cuci Tikar untuk Resepsi, Pemuda di Pacitan Tewas Tenggelam di Sungai Grindulu

Nur Cahyono • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 19:19 WIB
EVAKUASI: Warga mengevakuasi Tredi Dafa Irfanda, 20, setelah ditemukan tenggelam di Sungai Grindulu, Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo, Sabtu (3/10).
EVAKUASI: Warga mengevakuasi Tredi Dafa Irfanda, 20, setelah ditemukan tenggelam di Sungai Grindulu, Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo, Sabtu (3/10).

Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan menuju hari bahagia berubah menjadi duka.

Tredi Dafa Irfanda, 20, warga Dusun Pager Gunung, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, tewas tenggelam di Sungai Grindulu, Sabtu (3/10).

Petaka bermula ketika Tredi bersama calon istrinya, Milla Febriani, dan calon mertua, Jamilah, mencuci tikar untuk persiapan resepsi pernikahan.

Mereka memilih aliran Sungai Grindulu di Dusun Trenggono, Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo.

Kapolsek Tegalombo AKP Rusminto mengatakan, setelah mencuci tikar, Tredi berjalan sekitar 10 meter ke arah hulu dari lokasi awal. Pemuda tersebut kemudian berniat mandi.

’’Korban berniat mandi dan langsung menceburkan diri ke aliran sungai,’’ terangnya.

Petaka terjadi sesaat kemudian. Tredi tak kunjung muncul ke permukaan. Milla dan Jamilah yang berada di lokasi panik dan berteriak meminta pertolongan.

Teriakan keduanya mengundang warga sekitar. Pencarian segera dilakukan di titik korban terakhir terlihat.

Tredi akhirnya ditemukan di dasar sungai dan dievakuasi. Namun, nyawanya tak tertolong.

Rusminto mengatakan, korban diduga tidak mengetahui kondisi kedalaman sungai di lokasi tersebut. Terlebih, Tredi disebut tidak memiliki kemampuan berenang.

’’Korban tidak bisa berenang dan tidak mengetahui bahwa sungai tersebut cukup dalam,’’ jelasnya.

Lokasi kejadian berada di kawasan perbatasan Kecamatan Tegalombo dan Arjosari. Tepatnya di RT 001/RW 003, Dusun Trenggono, Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
Tredi Dafa Irfanda tenggelam di pacitan pacitan Sungai Grindulu tegalombo