Jawa Pos Radar Madiun – Formasi tenaga pengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Pacitan belum komplet. Khusus jenjang SD dan SMP, sekolah tersebut masih menunggu kedatangan guru definitif hasil rekrutmen Kementerian Sosial (Kemensos).
Kekurangan tenaga pengajar untuk sementara ditambal dengan guru tamu dari Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan. Sejumlah guru SRT jenjang SMA juga ikut membantu kegiatan pembelajaran di tingkat SD dan SMP.
Kepala SRT 1 Pacitan jenjang SD–SMP Bayu Arifyanto mengatakan, guru tamu akan bertugas hingga tenaga pengajar definitif hasil seleksi 2026 ditempatkan.
’’Guru tamu ini mengajar di SRT 1 Pacitan sampai guru sekolah rakyat definitif hasil seleksi tahun 2026 ditempatkan di sini,’’ katanya Senin (5/10).
Skema tersebut diterapkan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan meski distribusi guru definitif belum tuntas.
Sekolah memastikan tidak ada mata pelajaran yang terbengkalai akibat kekurangan tenaga pengajar.
Masa tugas guru tamu disiapkan hingga enam bulan. Namun, kontrak tersebut masih memungkinkan diperpanjang apabila hingga batas waktu itu guru definitif belum tersedia.
’’Nggak ada kekosongan. Bahkan di kontraknya itu sampai dengan enam bulan, tapi dengan klausul, misalnya nanti belum ada guru, bisa diperpanjang lagi,’’ terangnya.
Bayu mengatakan, keberadaan guru tamu cukup membantu SRT 1 Pacitan memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa. Terlebih, tenaga pengajar definitif hasil rekrutmen pemerintah pusat belum seluruhnya didistribusikan ke daerah.
Kehadiran guru tamu juga dimanfaatkan sebagai ruang bertukar pengalaman dengan tenaga pendidik yang lebih dulu bertugas di lingkungan Sekolah Rakyat.
’’Para guru tersebut dapat berbagi pengalaman dengan tenaga pendidik yang sudah berada di lingkungan SR,’’ jelasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto