Jawa Pos Radar Madiun - Pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan menunjukkan capaian positif.
Berdasarkan penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) berbasis Risk Based Surveillance (RBS) 2025, Pacitan memperoleh nilai 95,5 persen dan masuk zona hijau.
Capaian tersebut menempatkan Pacitan di peringkat keempat nasional dan kedua Jawa Timur dalam penilaian MCSP. Inspektorat Daerah Pacitan turut berperan mengawal pemenuhan indikator pencegahan korupsi di seluruh perangkat daerah.
Inspektur Daerah Pacitan Mahmud mengatakan, penilaian mencakup delapan area intervensi.
Mulai perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa (PBJ), pelayanan publik, pengawasan APIP, manajemen ASN, pengelolaan barang milik daerah (BMD), hingga kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).
‘’Nilai MCSP Kabupaten Pacitan memperoleh 95,5 persen,’’ katanya.
Secara rinci, nilai perencanaan mencapai 97,8 persen, penganggaran 99,2 persen, PBJ 97,7 persen, dan pelayanan publik 96,2 persen.
Sementara manajemen ASN memperoleh 98 persen, BMD 77,3 persen, kinerja OPD 96,7 persen, serta pengawasan APIP 92,6 persen.
Mahmud menjelaskan, penilaian MCSP-RBS menggunakan pendekatan berbasis bukti dan risiko.
Evaluasi tidak sebatas memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga kualitas, relevansi, ketepatan waktu, serta nilai analitis dokumen pendukung.
Pendekatan tersebut membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi risiko korupsi sekaligus menentukan aspek tata kelola yang masih perlu diperbaiki.
Seiring penguatan pengawasan dan capaian pencegahan korupsi tersebut, Inspektorat Daerah Kabupaten Pacitan menyabet penghargaan Top Public Service di Radar Madiun Awards 2026.
Mahmud menegaskan, pengawasan akan terus diperkuat agar perbaikan tata kelola pemerintahan berjalan konsisten dan terukur.
‘’Pencegahan korupsi tidak hanya berfokus pada kepatuhan administratif. Tetapi juga menghasilkan tata kelola yang lebih transparan, akuntabel dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik,’’ jelasnya. (hyo/naz/*)
Editor : Deni Kurniawan