Jawa Pos Radar Madiun - Produksi padi Kabupaten Pacitan mencatatkan peningkatan signifikan sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi mencapai 159,33 ribu ton gabah kering panen (GKP).
Jumlah tersebut melonjak 90,26 persen atau bertambah 75,59 ribu ton dibandingkan produksi 2024 sebesar 83,74 ribu ton.
Peningkatan tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya luas panen. Sepanjang 2025, luas panen padi mencapai 26,77 ribu hektare, meningkat 12,17 ribu hektare atau 83,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 14,60 ribu hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan Sugeng Santoso mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan positif produksi tanaman pangan daerah.
Produksi padi tertinggi terjadi pada Maret 2025 dengan capaian sekitar 48,53 ribu ton GKP. Sementara produksi terendah tercatat pada Januari, yakni sekitar 1,17 ribu ton GKP.
Baca Juga: Pendapatan Sektor Wisata Menguat Jadi Bukti Disparbudpora Pacitan Layak Terima Penghargaan
Peningkatan juga terjadi pada produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk. Sepanjang 2025, produksi beras Pacitan mencapai 76,52 ribu ton.
Angka itu bertambah 36,30 ribu ton atau 90,26 persen dibandingkan produksi 2024 sebesar 40,22 ribu ton.
‘’Produksi beras tertinggi kembali terjadi pada Maret. Saat itu, produksi beras Pacitan mencapai sekitar 23,31 ribu ton. Sementara produksi terendah terjadi pada Januari dengan capaian sekitar 0,56 ribu ton,’’ jelas Sugeng.
Berkat capaian peningkatan produksi padi dan penguatan ketahanan pangan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan menyabet penghargaan Top Public Service di Radar Madiun Awards 2026.
Sugeng menegaskan, peningkatan produktivitas pertanian akan terus didorong untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
‘’Kami akan terus meningkatkan produktivitas, selain untuk mencukupi kebutuhan pangan juga meningkatkan kesejahteraan petani,’’ pungkasnya. (hyo/naz/*)
Editor : Deni Kurniawan