Jawa Pos Radar Madiun - Pelestarian budaya lokal menjadi salah satu perhatian Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi. Di tengah tugasnya menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, dia turut mendukung pengembangan kesenian tradisional Langen Tayub sebagai bagian dari warisan budaya Jawa.
Menurut Arif, Langen Tayub bukan sekadar hiburan masyarakat. Kesenian yang rutin diselenggarakan setiap bulan tersebut juga memiliki nilai sosial yang mencerminkan kebersamaan dan kerukunan antarwarga.
‘’Tayub itu tata-guyub. Ditata supaya bisa bersama-sama menjaga kebersamaan. Tayub itu simbol kerukunan, satu wujud dari kerukunan antar masyarakat,’’ katanya.
Baca Juga: Tanaman Pangan Berkembang Positif, Penghargaan Berkelas untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Arif menilai pelestarian budaya Jawa penting untuk mempertahankan identitas masyarakat. Terlebih, perkembangan zaman membawa tantangan tersendiri bagi keberlangsungan kesenian tradisional.
‘’Harapannya budaya Jawa ini tidak hilang. Akar budaya jangan sampai punah dan harus tetap lestari,’’ ujarnya.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui rencana pagelaran Langen Tayub berskala besar pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Sebanyak 5.528 peserta ditargetkan ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Pacitan tersebut.
Pagelaran itu sekaligus diarahkan untuk mencoba memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Peserta berasal dari berbagai kalangan. Mulai pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, masyarakat umum, hingga anggota paguyuban Langen Tayub dari seluruh wilayah Kabupaten Pacitan.
Bagi Arif, kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar rekor. Lebih dari itu, pagelaran diharapkan menjadi sarana mempertemukan masyarakat sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.
Atas kepedulian dan dukungan terhadap pelestarian budaya daerah tersebut, DPRD Kabupaten Pacitan menyabet penghargaan Transformative Legislative di Radar Madiun Awards 2026.
Penghargaan itu menjadi apresiasi atas perhatian terhadap keberlangsungan kesenian tradisional dan upaya menjaga nilai kebersamaan masyarakat melalui pelestarian budaya Jawa. (hyo/naz/*)
Editor : Deni Kurniawan