Rekahan Tanah Muncul saat Kemarau, Risiko Longsor di Pacitan Meningkat

Nur Cahyono • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:59 WIB
Rumah warga di Desa Pakisbaru ambruk tertimbun longsor akibat hujan deras dan angin kencang. FOTO: BPBD PACITAN
Musim kemarau berpotensi memicu kemunculan retakanan tanah hingga longsor pada saat musim hujan nanti.

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman tanah longsor di Kabupaten Pacitan perlu diwaspadai menjelang musim hujan.

Rekahan tanah yang melebar selama kemarau, terutama di kawasan perbukitan dan tebing, berpotensi menjadi jalur masuk air hujan yang dapat memicu pergerakan tanah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, kemarau tidak hanya menyebabkan kekeringan dan berkurangnya pasokan air bersih.

Kondisi tanah yang mengering juga dapat memunculkan rekahan baru maupun memperlebar retakan yang sudah ada.

‘’Berpotensi meningkatkan risiko longsor ketika hujan turun,” kata Yagus, Jumat (9/10).

Menurut dia, rekahan tanah memungkinkan air hujan meresap lebih dalam.

Ketika tanah menerima tambahan air dalam jumlah besar, kestabilan lereng dapat terganggu dan risiko longsor meningkat.

BPBD Pacitan meminta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor meningkatkan kewaspadaan.

Terutama warga yang rumahnya berada di dekat lereng, tebing, atau lahan dengan rekahan tanah.

Retakan yang dinilai membahayakan perlu segera ditangani sebelum hujan turun.

Namun, penanganannya harus memperhatikan kondisi lereng agar tidak justru memperbesar risiko pergerakan tanah.

“Sebelum penghujan tiba, sebaiknya rekahan yang berbahaya sudah ditutup,’’ ungkap Yagus.

Selain rekahan tanah, saluran air di sekitar permukiman juga perlu diperiksa.

Tumpukan sampah maupun material yang menghambat aliran harus dibersihkan agar air hujan tidak meluap atau terkonsentrasi pada bagian lereng yang rentan.

‘’Jalur-jalur air perlu dipastikan tidak tersumbat agar aliran saat hujan dapat berjalan baik,’’ ujarnya.

BPBD Pacitan mulai melakukan sosialisasi langkah antisipasi longsor kepada masyarakat.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Pacitan yang didominasi kawasan perbukitan.

Yagus berharap peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan tidak langsung disertai curah hujan tinggi.

Sebab, air yang masuk secara cepat melalui rekahan tanah dapat memperbesar tekanan pada lereng.

”Hujan diharapkan turun secara bertahap sehingga tanah dapat beradaptasi dan rekahan yang muncul tidak langsung terisi air dalam jumlah besar,” pungkasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
pacitan bpbd pacitan musim hujan tanah longsor retakan tanah