Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran lahan semak belukar memicu kecemasan mendalam bagi warga Dusun Ngawen, Desa Semanten, Kecamatan Pacitan, pada Senin (12/10) malam.
Kobaran api yang terus membesar dan merembet makin dekat ke area permukiman membuat warga sekitar waswas rumah tinggal mereka dilalap si jago merah.
Laporan insiden darurat tersebut pertama kali diterima oleh pos pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP Pacitan sekitar pukul 22.25 WIB.
Menerima aduan warga, dua unit armada mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk memblokir pergerakan api.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Pacitan Sugito mengungkapkan, amuk api menghanguskan kawasan vegetasi kering dengan cakupan area yang lumayan luas.
Kondisi tanaman semak yang mengering akibat cuaca membuat lidah api menyebar cepat.
"Material yang terbakar merupakan lahan semak belukar kering dengan estimasi luas keseluruhan mencapai 2.000 meter persegi," terang Sugito pada Selasa (13/10).
Proses penanganan di lapangan tidak berjalan mudah.
Tim damkar dihadapkan pada hambatan kontur medan geografis yang sulit ditembus untuk menjangkau titik pusat perapian.
Di sisi lain, laju pergerakan api kian mengancam benteng perumahan warga yang berjarak sangat dekat.
Guna mencegah dampak kehancuran yang lebih luas, petugas memprioritaskan teknik pemblokiran (isolisasi) pada perimeter luar yang berbatasan langsung dengan bangunan warga.
Setelah perjuangan intensif selama hampir dua jam, amuk api akhirnya dapat dikendalikan penuh pada Selasa (13/10) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.
"Proses pemadaman serta pendinginan berlangsung hingga tengah malam. Berkat kesigapan personel di lapangan, api berhasil dipadamkan total sebelum sempat merembet ke permukiman warga," pungkas Sugito. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto