Jawa Pos Radar Madiun – Di era kebebasan berekspresi pada platform digital, banyak orang sering kali merasa aman dari pengawasan ketika berinteraksi di balik layar gawai.
Padahal, dalam ajaran Islam, setiap ucapan yang keluar dari lisan maupun setiap tulisan yang diketik oleh jemari tangan tidak pernah luput dari pengawasan dan pencatatan Ilahi.
Peringatan spiritual yang menyentuh kesadaran tersebut dipaparkan secara lugas oleh Navra Zahida Qalbi Nadhifa Widodo pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Pacitan, Jumat (16/10).
Baca Juga: Ceramah di Festival Dai Cilik 2026, Kharisma Yogi Serukan Remaja Terapkan Akhlak Mulia
Tampil percaya diri di panggung Pendapa Kabupaten Pacitan mewakili SMPN 1 Nawangan, Navra membawakan materi bertajuk "Jaga Lisan, Jaga Jemari: Remaja Islami yang Bijak Bermedia Sosial dan Santun Berinteraksi".
Di hadapan dewan juri dan puluhan audiens, ia menekankan pentingnya menanamkan rasa takut dan ingat akan pengawasan Allah SWT dalam setiap aktivitas siber.
"Ingatlah bahwa malaikat selalu mencatat setiap kata dari lisan kita dan setiap ketikan dari jemari kita di media sosial. Tidak ada satu pun yang terlewat, sehingga kita wajib bijak dan santun sebelum membagikan apa pun," pesan Navra. (*)
Editor : Mizan Ahsani