Pemkab Pacitan Luncurkan Kampung Pangan Lestari di Nitikan, Targetkan Kemandirian Pangan Keluarga

Nur Cahyono • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 11:45 WIB
MANDIRI PANGAN: Warga Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran melalui program Kampung Pangan Lestari. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN
MANDIRI PANGAN: Warga Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran melalui program Kampung Pangan Lestari. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, menjadi sasaran program Kampung Pangan Lestari (KPL).

Mereka didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemkab Pacitan menjadikan dusun tersebut sebagai proyek percontohan sebelum program dikembangkan ke wilayah lain.

Program yang digagas Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji itu diluncurkan pada Minggu (18/10). Melalui KPL, warga diajak mengolah lahan kosong di sekitar rumah menjadi kebun produktif.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan Sugeng Santoso mengatakan, program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.

’’Walaupun tidak sampai menjual hasil panennya, paling tidak bisa mengurangi beban beli masyarakat,’’ ujarnya, Minggu (18/10).

Menurut Sugeng, KPL mengedepankan kemandirian masyarakat. Pemerintah daerah memberikan bantuan bibit secara terbatas dan pendampingan.

Sementara itu, pengelolaan kebun serta sebagian besar kebutuhan lainnya dilakukan secara swadaya.

Di Dusun Nitikan, program tersebut melibatkan empat kelompok pekebun (pokbun). Setiap kelompok beranggotakan sekitar 20–30 KK.

Selain menyediakan bahan pangan untuk konsumsi keluarga, pemanfaatan pekarangan diharapkan membuat lingkungan permukiman lebih hijau dan produktif.

Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah mengatakan, pelaksanaan KPL di Dusun Nitikan akan menjadi bahan evaluasi sebelum dikembangkan ke desa maupun kelurahan lain.

Meski demikian, penerapannya tidak harus seragam. Setiap wilayah perlu menyesuaikan program dengan kondisi lahan dan potensi masyarakat setempat.

’’Pemerintah daerah akan memberikan pendampingan, motivasi, pembinaan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi agar program berjalan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,’’ jelasnya.

Gagarin mengingatkan, keberhasilan KPL tidak cukup hanya dengan pembagian bibit atau peluncuran program.

Konsistensi warga dalam merawat tanaman dan mengelola pekarangan menjadi penentu keberlanjutannya.

Karena itu, dia meminta semangat gotong royong yang sudah tumbuh di masyarakat terus dipertahankan.

’’Harapan saya, Kampung Pangan Lestari ini tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan,’’ tegasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
Kampung Pangan Lestari Dusun Nitikan ketahanan pangan pacitan Pemkab Pacitan