Hujan Mulai Guyur Pacitan, BPBD Ingatkan Ancaman Kekeringan Belum Berakhir

Nur Cahyono • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:40 WIB
PERUBAHAN CUACA: Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan, termasuk Kecamatan Pacitan, Tulakan, Kebonagung, dan Pringkuku. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN
PERUBAHAN CUACA: Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan, termasuk Kecamatan Pacitan, Tulakan, Kebonagung, dan Pringkuku. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Hujan mulai membasahi sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan setelah kemarau berkepanjangan. Setidaknya empat kecamatan telah diguyur hujan, yakni Pacitan, Tulakan, Kebonagung, dan Pringkuku.

Meski demikian, BPBD Pacitan mengingatkan bahwa ancaman kekeringan belum sepenuhnya berlalu.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, hujan yang mulai turun merupakan bagian dari dinamika peralihan musim.

Kondisi tersebut belum menandakan musim penghujan telah berlangsung secara merata di seluruh wilayah Pacitan.

Berdasarkan informasi prakiraan BMKG Nganjuk yang diterima BPBD, pola angin mulai mengalami perubahan. Angin timuran berangsur melemah, sementara aliran udara dari arah timur laut hingga kawasan Pasifik barat mulai masuk.

Perubahan tersebut membawa massa udara yang lebih lembap sehingga mendukung pembentukan awan hujan.

’’Dalam sepekan ke depan, potensi hujan diprakirakan meningkat dan berpeluang bertahan hingga awal November 2026,’’ ujarnya, Selasa (27/10).

Yagus menjelaskan, peningkatan kandungan uap air di atmosfer membuka peluang terjadinya hujan dalam beberapa hari mendatang.

Namun, intensitas dan sebarannya diperkirakan masih berbeda antarwilayah. Sebagian kecamatan berpeluang diguyur hujan, sedangkan daerah lainnya masih dapat mengalami kondisi kering.

Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menganggap musim kemarau telah berakhir hanya karena hujan mulai turun di beberapa lokasi.

Terlebih, potensi pengaruh fenomena El Nino masih menjadi perhatian dalam perkembangan kondisi musim.

’’Hujan yang turun merupakan bagian dari dinamika peralihan musim, bukan berarti musim hujan sudah dimulai secara merata,’’ jelasnya.

Turunnya hujan di sejumlah kecamatan diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan yang selama ini dirasakan masyarakat Pacitan.

Namun, hujan yang bersifat lokal belum tentu cukup untuk memulihkan ketersediaan air di seluruh wilayah terdampak.

BPBD pun tetap mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi perubahan cuaca, baik kondisi panas berkepanjangan maupun hujan yang datang secara mendadak.

Pemantauan perkembangan cuaca juga diperlukan mengingat Pacitan masih berada dalam masa peralihan musim.

’’Masyarakat diharapkan tetap mengantisipasi perubahan musim,’’ tandas Yagus. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
peralihan musim cuaca pacitan bpbd pacitan kekeringan pacitan hujan pacitan