Jawa Pos Radar Pacitan – Penyelesaian proyek perbaikan Jalan Mentoro–Arjosari, Kabupaten Pacitan, berpacu dengan waktu.
Hingga Kamis (5/11), progres pekerjaan baru mencapai 76 persen. Padahal, masa kontrak proyek senilai Rp 8,8 miliar tersebut akan berakhir pada 26 November 2026.
Artinya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan masih harus mengawal penyelesaian 24 persen pekerjaan dalam waktu sekitar 20 hari.
Proyek yang mencakup penanganan jalan sepanjang 4,875 kilometer itu menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur bernilai besar Pemkab Pacitan tahun ini.
Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengatakan, pengerjaan ruas Mentoro–Arjosari kini memasuki tahap pengaspalan lapis kedua.
Dia bahkan turun langsung memeriksa kondisi pekerjaan di lapangan pada Rabu (4/11). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana.
"Ya, alhamdulillah berjalan lancar. Semoga cepat selesai," ujarnya, Jumat (6/11).
Meski progres belum mencapai 80 persen, Suparlan optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sebelum masa kontrak berakhir.
Menurut dia, sejauh ini belum terdapat persoalan berarti yang mengganggu pelaksanaan proyek.
Suparlan tidak menampik bahwa hujan sempat turun selama pelaksanaan proyek.
Namun, kondisi cuaca tersebut diklaim belum berdampak signifikan terhadap kelancaran pekerjaan.
Dia memastikan pengerjaan masih berlangsung dalam masa kontrak sehingga belum dapat dinyatakan mengalami keterlambatan.
"Nggak ada masalah, karena masih dalam masa kontrak," tegasnya.
DPUPR tetap memantau perkembangan pekerjaan untuk memastikan sisa pengaspalan dan tahapan lainnya dapat dituntaskan sesuai jadwal.
Selain mengejar target penyelesaian, DPUPR Pacitan juga memeriksa kualitas pekerjaan, termasuk hasil pengaspalan dan tingkat kerataan permukaan jalan.
Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala agar hasil pembangunan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Suparlan menegaskan, perbaikan Jalan Mentoro–Arjosari tidak semata-mata mengejar persentase penyelesaian fisik.
Kondisi jalan setelah diperbaiki diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
"Agar lalu lintas masyarakat semakin lancar," pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto