Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bersama Lawan Hoaks Pemilu 2024, 150 Media Ikuti Pelatihan Cek Fakta

Mizan Ahsani • Selasa, 21 November 2023 | 13:30 WIB
PELATIHAN: 35 jurnalis dari berbagai media massa di Jatim, Jateng, dan DIJ, ambil bagian dalam pelatihan cek fakta seri Surakarta. (AMSI UNTUK RADAR MADIUN)
PELATIHAN: 35 jurnalis dari berbagai media massa di Jatim, Jateng, dan DIJ, ambil bagian dalam pelatihan cek fakta seri Surakarta. (AMSI UNTUK RADAR MADIUN)

SURAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun - Genderang perang melawan hoaks selama Pemilu 2024 ditabuh bersama oleh ratusan media massa di Indonesia.

Melalui pelatihan cek fakta bertajuk Melawan Disinformasi dan Misinformasi Jelang Pemilu 2024, jurnalis dari 150 media massa diberi bekal ilmu dan skill agar mampu menangkal hoaks.

Pelatihan ini diberikan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama dengan Asosiasi Jurnalis Independen (AJI), Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Google News Institute.

Kegiatan ini digelar di Hotel Alana, Colomadu, Karanganyar, mulai Minggu (19/11) hingga Selasa (21/11).

Dalam seri pelatihan di Solo, total ada 35 jurnalis dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta, dan Jawa Timur yang berpartisipasi.

Jurnalis Jawa Pos Radar Madiun turut ambil bagian dalam pelatihan ini guna mempertajam kompetensi dalam memproduksi konten prebunking maupun debunking hoaks. 

Pelatihan seri kelima ini menjadi penutup program pelatihan cek fakta jelang pemilu 2024.

Dalam sambutannya, pengurus AMSI nasional sekaligus penyelia program cek fakta AMSI, Amrie Hakim, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada jurnalis.

Khususnya, dalam memproduksi konten-konten cek fakta yang berkualitas.

"Setelah mengikut training ini peserta bisa menerapkan hasil training dengan memproduksi berita cek fakta yang berkualitas berkaitan dengan Pemilu 2024," kata Amrie.

"Karena jumlah jurnalis yang menguasai cek fakta masih sangat minim, harapannya agar media yang bergabung ke dalam koalisi cek fakta bisa bertambah," sambungnya.

Kegiatan ini telah digelar di lima daerah. Pertama di Jakarta pada 31 Oktober-2 November. Kemudian di Padang pada 7-9 November.

Setelah itu di Makassar dan Denpasar dalam waktu bersamaan, yakni pada 14-16 November. Solo menjadi lokasi pelatihan yang terakhir.

Arief Rahman, kordinator Wilayah AMSI Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, mengatakan bahwa AMSI sudah menjalankan gerakan cek fakta sejak sebelum Pemilihan Presiden 2019.

Dia menjelaskan, tidak banyak organisasi atau perusahaan media yang mengadakan cek fakta secara konsisten.

"Kerja sama AMSI, AJI, Mafindo dan Google News Institute ini melahirkan sebuah gerakan cek fakta yang tidak banyak organisasi perusahaan media melakukan," kata Arief.

Arief menambahkan, cek fakta menjadi unggulan dari AMSI untuk bisa berkolaborasi dan memberikan literasi kepada sejumlah stakeholder.

Menurutnya, program ini juga bisa diandalkan oleh masyarakat di tengah gempuran informasi hoaks secara digital.

Dia juga mengatakan, pelatihan cek fakta bagi para jurnalis diharapkan bisa mencegah Indonesia dari banjir disinformasi.

Selain itu, juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan lebih kebal dari virus hoaks.

"Tujuan utama cek fakta ini agar masyarakat terdidik dan bijak dalam membagi informasi. Sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi dan punya tools untuk verifikasi," terangnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif AMSI, Adi Prasetya menyatakan, AMSI mendapat dukungan dana dari Google News Initiative untuk berbagai kegiatan seputar cek fakta.

Mulai dari literasi, kampanye publik tentang waspada hoaks, peningkatan kapasitas media, juga memberi insentif bagi media yang konsisten memproduksi konten cek fakta pada penyelenggaraan Pemilu 2024.

"Pada sepanjang tahun pemilu 2024, kami menargetkan ada 100 media masuk menjadi jejaring atau anggota koalisi cek fakta," ujarnya.

Target kontennya setidaknya 2.440 konten, baik berupa artikel, video, maupun infografis. Adapun jenis kontennya dapat berupa konten debunking maupun prebunking.

"Karena itulah, AMSI melatih 150 jurnalis dari 150 media anggota AMSI dari seluruh Indonesia untuk peningkatan kapasitas sebagai pemeriksa cek fakta,” sambung Adi.

Selain menggandeng jurnalis dari media anggota AMSI, koalisi cek fakta juga terus meluaskan jejaringnya dengan sebanyak mungkin stakeholder.

Seperti kalangan akademisi dan mahasiswa di kampus, tokoh masyarakat dan agama, guru dan pelajar, relawan, pengawas pemilu, peneliti, hingga para advokat atau penegak hukum.

AMSI berharap, kerja bersama koalisi cek fakta bisa memberi sumbangan kepada kualitas demokrasi dan penyelenggaraan pemilu 2024 di Indonesia. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#hoaks #Pemilu 2024 #cek fakta