Pembuatan batik ecoprint oleh siswa kelas VI sekolah di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, itu menggunakan bahan-bahan yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar seperti ranting kayu dan berbagai daun mulai pepaya Jepang, murbei, hingga jati.
Pembuatan batik ecoprint secara umum memerlukan tiga tahapan. Pertama, daun yang telah diletakkan di atas kain dipukul-pukul sampai muncul zat warnanya. Langkah selanjutnya adalah merendam kain ke air campuran tawas. Sedangkan tahap terakhir menjemur kain yang sebelumnya telah direndam.
Bu Wiwik Sunarjati, salah seorang guru pembina, berharap kegiatan tersebut digelar rutin agar kreativitas siswa semakin terasah. ‘’Siswa cenderung aktif dan suka berimajinasi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk menuangkan ide dan skill yang dimiliki,’’ tuturnya. (isd/prog) Editor : Hengky Ristanto