Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Madiun dibuat menyenangkan. Siswa baru diajak melakukan kegiatan yang positif dan edukatif. Pemkot menekankan tidak boleh ada perpeloncoan maupun bullying selama masa orientasi siswa itu.
---------
HARI pertama masuk SMP pada Senin (17/7) lalu menjadi pengalaman tersendiri bagi Alfi Qofifah. Siswa baru kelas VII SMPN 3 Kota Madiun itu merasakan pengalaman masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Ngrowo Bening Edupark bersama dengan Wali Kota Maidi. Banyak pelajaran berharga yang didapatkannya selama MPLS.
Seperti saat ditanya Maidi soal cita-citanya ke depan, Alfi mengaku kepingin menjadi gubernur Jatim. Dengan begitu, dia memiliki kebijakan untuk memberantas narkoba, mengurangi angka kemiskinan, dan mencegah korupsi.
Jawaban Alfi itu membuat wali kota kagum. Selain dimasukkan sebagai kandidat anggota OSIS, Maidi juga mengajak siswa lulusan SDN 3 Klegen tersebut untuk mengikuti kegiatannya. Yakni, tidur di tempat tinggal salah seorang warga yang rumahnya tidak layak huni. ‘’Nanti dia (Alfi) saya ajak masak dan makan di tempat warga yang rumahnya tidak layak huni untuk melatih rasa kepeduliannya,’’ kata Maidi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati menyatakan, seluruh peserta didik baru diwajibkan mengikuti MPLS. Sebab, kegiatan itu dilakukan sebagai upaya pembentukan karakter para siswa. ‘’MPLS harus menyenangkan untuk semua anak-anak. Jadi, sudah tidak ada pembedaan lagi antara anak orang kaya, menengah, anak miskin. Kami satukan dalam MPLS,’’ terangnya.
Dia menjelaskan kegiatan MPLS merupakan kegiatan sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Kegiatannya juga diisi yang bersifat edukatif. Otomatis tidak diperbolehkan diisi dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan. Seperti bullying, perploncoan dan kekerasan.
Lismawati meminta peserta didik untuk melaporkan kepada dindik maupun dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos-PPPA) apabila mengalami kasus semacam itu. ‘’Saya pikir di Kota Madiun tidak ada ya (kasus bullying). Di Kota Madiun itu semua sekolah sudah ramah anak,’’ katanya.
Selain dipusatkan di Ngrowo Bening Edupark, kegiatan MPLS juga dilakukan di lapak UMKM. SMPN 1 Kota Madiun misalnya. Kemarin (18/7), pihak sekolah mengajak seluruh siswa baru ke Lapak Taman Obor, Bumi Semendung dan Mojorejo. Di lokasi tersebut, mereka dikenalkan dengan berbagai menu tradisional.
Selain itu, para siswa juga diminta untuk membuat video kreatif yang selanjutnya akan dipresentasikan di sekolah. ‘’Dari kegiatan ini, kami berharap siswa bisa lebih mengenal destinasi wisata (tematik) di kotanya sendiri,’’ kata Kepala SMPN 1 Kota Madiun Esti Nurhayati. ***(her)
Editor : Mizan Ahsani