Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kabar Gembira, ATK Jogjakarta Rintis D3 Industri Pengolahan Kulit di Magetan

Mizan Ahsani • Minggu, 3 September 2023 | 01:00 WIB
DIALOG: Bupati Magetan Suprawoto menemui perwakilan ATK Jogjakarta. (ANTARA)
DIALOG: Bupati Magetan Suprawoto menemui perwakilan ATK Jogjakarta. (ANTARA)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Akademi Teknologi Kulit (ATK) Jogjakarta merintis Program D3 Industri Pengolahan Kulit di Magetan. Ini bertujuan guna mengembangkan SDM. Khususnya terkait industri kulit di daerah setempat.

Direktur Politeknik ATK Jogjakarta Sugiyanto mengatakan Program D3 tersebut merupakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam rangka meningkatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri di Magetan.

"Kami sedang merintis kerja sama Program D3 Industri Pengolahan Kulit untuk meningkatkan pengembangan SDM industri pengolahan kulit di Magetan. Dengan demikian, ke depan wirausahawan industri kulit di Magetan semakin maju," ujar Sugiyanto, seperti diberitakan oleh ANTARA pada Jumat (1/9).

Lokasi Magetan dipilih lantaran selama ini dikenal sebagai sentra pengolahan industri kulit. Bahkan Magetan konsisten memasok bahan baku kulit dan produk kulit ke wilayah Jawa dan sekitarnya.

"Bahkan, Magetan akan dijadikan sentra kulit di Indonesia, karena pengolahan kulit Magetan merupakan yang terbaik di Indonesia karena difasilitasi pemerintah. Usaha penyamakan kulit berjalan, dan hampir sebagian besar produk kulit di Jogjakarta bahan bakunya berasal dari Magetan," katanya.

Sugiyanto menjelaskan bahwa program D3 Industri Pengolahan Kulit ini merupakan pendidikan vokasi industri berbasis dual system, salah satu program Kementerian Perindustrian, yakni menggunakan metode pembelajaran yang mengutamakan praktik daripada teori pembelajaran, yakni 70 persen praktik dan 30 persen teori.

"Model perkuliahan adalah 70 persen praktik bersama mitra industri dan kerja sama dengan asosiasi pengolahan kulit di Magetan. Sebagian juga daring maupun dosen datang ke Magetan," bebernya.

Sementara itu, Bupati Magetan Suprawoto mengapresiasi kerja sama pendidikan tersebut. Dia berharap program kerja sama itu berjalan baik dan fokus pada perkembangan kampus.

"Perkembangan perguruan tinggi ini harus didorong berdasarkan kebutuhan masyarakat. Bidang keahlian difokuskan dan semoga bisa menjadi embrio teknik kulit yang pertama di Asia Tenggara," ujar bupati.

Menurut Kang Woto -sapaan bupati, kuota mahasiswa dibatasi sekitar 20 mahasiswa. Calon mahasiswa diutamakan yang mempunyai kemampuan akademis bagus dan tingkat ekonomi rendah. "Diharapkan melalui kerja sama tersebut, ke depannya industri pengolahan kulit di Magetan semakin maju," pungkasnya. (antara/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#magetan #suprawoto #atk jogjakarta #industri kulit #akademi teknologi kulit