Jawa Pos Radar Madiun - Jakarta LaVani menjadi tim terdepan yang digadang-gadang kampiun Proliga 2024. Itu tidak terlepas dari performa impresif LaVani sepanjang babak reguler hingga final four Proliga 2024.
Tim milik mantan Presiden SBY itu hanya menelan dua kekalahan di babak reguler dan tanpa kalah di final four.
LaVani tidak main-main memujudkan ambisinya mencatat hattrick juara dalam tiga musim terakhir. Salah satunya dengan mendatangkan Renan Buiatti (profil baca di bawah).
Kedatangan Renan Buiatti ke LaVani langsung terlihat dampaknya. Opposite 34 tahun asal Brasil itu tak hanya produktif menyumbang banyak poin, tapi juga kuat dalam bertahan.
Posturnya yang menjulang memudahkan renan melakukan blok saat lawan menyerang lewat spike.
Renan lahir pada 10 Januari 1990. Tinggi badannya bak menara, mencapai 217 cm, tertinggi dalam sejarah Proliga.
Bahkan, dia disebut-sebut sebagai salah satu pemain voli tertinggi di dunia.
Pemain kidal itu memulai karier voli profesionalnya bersama klub EC Banespa di liga Brasil.
Setelah itu dia malang melintang di liga voli Italia, Turki, Prancis, dan Yunani, sebelum akhirnya tahun ini berlabuh di Jakarta LaVani.
Renan direkrut LaVani untuk menggantikan Leandro Martins Da Silva yang pindah ke Kudus Sukun Badak.
Baca Juga: Profil Polina Shemanova, Tandem Giovanna Milana di Jakarta Pertamina Enduro pada Proliga 2024
Renan juga berpengalaman membela timnas voli junior maupun senior Brasil.
Prestasi yang berhasil dipersembahkan di antaranya juara FIVB U-21 World Championship 2009. Kala itu Renan sekaligus terpilih sebagai best blocker. (isd)