Jawa Pos Radar Madiun - Calon mahasiswa yang ingin mendaftar KIP Kuliah 2025 (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) tetapi mengalami kendala dalam aktivasi email tentu memerlukan solusi cepat.
Saat ini, pendaftaran akun KIP Kuliah 2025 sudah dibuka, dengan periode registrasi berlangsung dari 4 Februari hingga 31 Oktober 2025.
Bagi peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), pembuatan akun KIP Kuliah dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendaftaran.
Namun, jika menghadapi masalah seperti tidak menerima email aktivasi atau kesulitan dalam proses aktivasi, jangan panik ada beberapa solusi yang bisa dicoba.
Perlu diingat bahwa pendaftaran KIP Kuliah mengikuti jadwal seleksi masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Jika kamu berencana mendaftar SNBP 2025, pastikan sudah mendaftar KIP Kuliah 2025 sebelum batas akhir pendaftaran SNBP.
Dengan menyesuaikan jadwal masing-masing jalur seleksi, peluang untuk lolos seleksi pun semakin besar.
Jika berhasil menjadi penerima KIP Kuliah 2025, kamu berhak mendapatkan bantuan biaya pendidikan serta biaya hidup.
Email Aktivasi KIP Kuliah 2025 Belum Diterima? Ini Penyebabnya
Ada beberapa alasan mengapa email aktivasi KIP Kuliah tidak kunjung masuk.
Dilansir dari laman resmi KIP Kuliah pada Jumat (7/2), masalah ini sering dialami oleh pendaftar. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:
Alamat email yang didaftarkan tidak benar
Email masuk ke folder "spam"
Alamat email sudah tidak aktif
Email gagal diterima karena kapasitas inbox penuh
Jika masalah aktivasi email KIP Kuliah 2025 disebabkan oleh salah satu faktor tertentu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
Terdapat berbagai metode yang dapat dicoba agar email aktivasi KIP Kuliah dapat diterima dengan lancar.
Cara Mengatasi Email Aktivasi KIP Kuliah yang Tidak Masuk
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan jika email aktivasi KIP Kuliah 2025 tidak kunjung diterima:
1. Pastikan alamat email sudah benar dan masih aktif Pendaftaran disarankan menggunakan gmail dan pastikan gmail ini aktif.
Untuk mengetahui apakah email aktif atau tidak, siswa kelas 12 dapat mengeceknya melalui Google Console Admin atau dengan mengirim pesan.
Caranya begini:
Masuk ke admin.google.com menggunakan akun administrator
Klik menu "Pengguna"
Temukan pengguna dalam daftar Pengguna
Status akun akan ditampilkan di kolom Status
Jika status aktif tanpa teks berwarna merah, itu artinya pengguna tersebut masih aktif
Perlu kamu tahu, mendaftar KIP wajib memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan email aktif.
2. Klik “kirim ulang email” di laman pendaftaran KIP Kuliah
Jika emailmu aktif tetapi tetap tidak mendapat link aktivasi email, cobalah klik tulisan “kirim ulang email” di laman pendaftaran KIP Kuliah.
3. Periksa folder spam
Semua email memiliki fitur spam untuk mengetahui apa saja email yang terdeteksi sebagai spam/gangguan sehingga tidak dapat masuk di halaman inbox.
Jadi cobalah klik menu spam untuk melihat apakah ada email aktivasi masuk.
4. Ruang email penuh
Akun email biasanya terkoneksi dengan berbagai fitur. Misalnya jika menggunakan gmail, bisa terhubung ke gdrive, goole photos, yang itu memakan ruang penyimpanan.
Belum lagi email bisa penuh karena banyaknya surat masuk yang kamu terima.
Maka solusinya, dengan membersihkan inbox email. Sehingga bisa membebaskan ruang agar email baru, termasuk e-mail aktivasi dapat masuk setelah peserta mencoba klik “kirim ulang email” di laman KIP Kuliah.
5. Hubungi Helpdesk KIP Kuliah 2025
Jika seluruh solusi tidak berhasil, peserta dapat menghubungi helpdesk KIP Kuliah 2025 untuk mendapat email aktivasi.
Peserta dapat mengunjungi laman KIP Kuliah https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/siswa/auth/login.
Lalu klik tombol hijau di pojok kanan bawah dengan simbol tanda tanya (?) di dalam lingkaran.
Demikianlah beberapa cara untuk mendapatkan email aktivasi KIP Kuliah 2025. Bagi calon mahasiswa yang mengalami kendala serupa saat mendaftar KIP Kuliah 2025, solusi yang telah dijelaskan dalam artikel ini dapat membantu mengatasinya.
(*/naz)
*Penulis: Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Mizan Ahsani