Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan pelajar dari berbagai daerah memadati halaman Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, kemarin (30/6).
Mereka antusias mengikuti Sosialisasi Sipencatar dan University Fair 2025 yang digelar Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP).
Direktur PPI Madiun Efendhi Prih Raharjo menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan momentum penting memperkenalkan dunia transportasi kepada generasi muda.
“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah. Ini menunjukkan sektor transportasi semakin diminati dan dipandang menjanjikan untuk masa depan,” ujarnya.
Sebanyak 22 stan perguruan tinggi kedinasan Kemenhub hadir dalam pameran pendidikan tersebut.
Mulai dari politeknik hingga akademi, masing-masing menyediakan informasi lengkap seputar program studi, skema seleksi Sipencatar 2025, beasiswa, hingga prospek kerja di sektor transportasi.
Tak hanya itu, para peserta aktif terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas isu-isu global seperti digitalisasi logistik, transportasi hijau (green transport), dan peluang karier internasional.
Hal ini mencerminkan tingginya kesadaran generasi muda terhadap tantangan transformasi transportasi masa depan.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain anggota Komisi V DPR RI Supriyanto, Asisten Deputi Kemenko Bidang Infrastruktur Liz Zeny Merry, dan Sekretaris BPSDMP Wisnu Handoko.
Mereka secara simbolis membuka acara dengan menekan tombol peluncuran kegiatan.
Supriyanto menekankan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya.
“Transportasi adalah nadi pembangunan. Anak muda adalah penggeraknya. Sekolah kedinasan ini menjadi ujung tombak untuk mencetak kader bangsa yang tangguh,” tegasnya.
Sementara itu, Wisnu Handoko menyebut bahwa program Sipencatar merupakan bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ia menekankan pentingnya memberi ruang dan pemahaman kepada anak muda terkait peluang karier di sektor transportasi.
“Bangsa ini butuh SDM andal. Kami ingin anak-anak muda tidak hanya tahu jalurnya, tapi juga siap menghadapi tantangan di masa depan,” ucap Wisnu.
Menurut Wisnu, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif seperti ini, pemerintah berharap bisa membangun fondasi kuat dalam mencetak generasi unggul.
“Kesuksesan hanya datang bagi mereka yang mau melangkah. Bermimpilah besar dan mulailah dari sekarang,” pesannya kepada calon taruna. (osi/her)