Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Masa Orientasi Siswa Sekolah Rakyat di 63 Titik se-Indonesia Dimulai Hari Senin 14 Juli 2025, Sisanya Menyusul Akbir Bulan Ini

Budhi Prasetya • Senin, 14 Juli 2025 | 18:45 WIB

Seorang siswa merapihkan kamar di mess putra di Sekolah Rakyat dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Jakarta, Rabu (09/07/2025).
Seorang siswa merapihkan kamar di mess putra di Sekolah Rakyat dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Jakarta, Rabu (09/07/2025).
 

Jawa Pos Radar Madiun – Operasional Sekolah Rakyat yang mengusung konsep asrama resmi dimulai hari Senin 14 Juli 2025 ini.

Program bidang pendidikan yang digagas pemerintah pusat untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem ini dibuka di 63 titik di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo telah melakukan safari ke sejumlah titik Sekolah Rakyat.

Itu dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) program tersebut dimulai. Hal tersebut untuk memastikan persiapan pembukaan pada hari ini.

Seperti yang terlihat pada akhir pekan lalu, Gus Ipul mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi pada akhir pekan lalu untuk mengecek persiapan masa orientasi yang digelar hari Senin, 14 Juli 2025.

“Masa orientasi akan digelar serentak di 63 titik dan 37 titik berikutnya menyusul pada akhir bulan,” ujarnya, dikutip dari JawaPos.com.

Gus Ipul memastikan kepala sekolah, guru, hingga siswa sudah di 63 titik Sekolah Rakyat sudah siap melaksanakan dan mengikuti KBM tahun ajaran baru 2025/2026.

Terkait Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi, ia mengungkapkan bahwa gedung yang ditempati hanya sementara hingga satu tahun ke depan.

Sebab, nantinya di Kabupaten Cimahi akan dibangun gedung Sekolah Rakyat yang permanen. Informasi yang dihimpun sekolah pelaksana program tersebut memiliki jumlah siswa sebanyak 100 anak.

Seratusan peserta didik itu terbagi dalam 4 rombongan belajar. Rinciannya terdiri dari 50 anak laki dan 50 anak perempuan.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga mengungkapkan, berdasarkan data BPS Susenas Maret 2024, terdapat 4.160.429 anak usia sekolah (7,63 persen) yang tidak atau belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi.

Tak hanya itu, menurut data yang ada, disebutkan jika sebanyak 74,51 persen kepala rumah tangga miskin ekstrem hanya berpendidikan SD ke bawah.

Hal itu seolah semakin emnguatkan jika , menunjukkan kuatnya faktor kemiskinan dipengaruhi oleh rendahnya pendidikan orang tua.

Sehingga, lanjut Gus Ipul, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar mereka bisa sekolah di tempat berkualitas.

Sementara itu, Wamensos Agus Jabo juga telah resmi menutup kegiatan pembekalan bagi guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat yang telah dilaksanakan secara daring sejak 10-12 Juli 2025.

Pembekalan intensif ini diikuti oleh 1.569 guru dan tenaga pendidik dari berbagai wilayah Indonesia.

Selama tiga hari, peserta menerima materi terkait kurikulum Sekolah Rakyat, pendidikan inklusif dan ramah anak, pendekatan berbasis hak asasi manusia, serta pengenalan metode talent mapping yang relevan dengan karakter dan kebutuhan siswa.

Wamensos menekankan, guru Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki empati mendalam terhadap siswa yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Termasuk mereka yang berada dalam situasi telantar, tidak memiliki pengasuh, dan sangat rentan secara sosial.

“Kita sering bicara soal kemiskinan, tapi lupa bahwa hanya pendidikan yang benar-benar mampu memutus mata rantainya. Dan para guru Sekolah Rakyat adalah pelopornya,” tegasnya.

Ia juga melakukan peninjauan fasilitas sekolah di Poltekesos Bandung, seperti asrama, ruang kelas, dan laboratorium.

Sebanyak 100 siswa yang terdiri dari 52 laki-laki dan 48 perempuan dijadwalkan masuk dan akan mengawali hari pertama mereka dengan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tapi rumah yang membentuk masa depan anak-anak kita. Mari kita wujudkan ini dengan sepenuh hati,” tuturnya.

Direktur Poltekesos Bandung Suharma menegaskan, bahwa seluruh fasilitas dan logistik siswa siap digunakan. meski ada hal-hal kecil yang tengah dilengkapi.

“Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di Poltekesos selama dua hari penuh. Kami sudah siapkan tim dan alur pelaksanaannya,” ungkapnya.

BERES-BERES: Siswa SRMA 18 Blora sedang membersihkan tempat tidur dan menyiapkan perlengkapan baju sehari-hari.
BERES-BERES: Siswa SRMA 18 Blora sedang membersihkan tempat tidur dan menyiapkan perlengkapan baju sehari-hari.
Editor : Budhi Prasetya
#gus ipul #Sekolah Rakyat #Kemiskinan #program pemerintah pusat #siswa miskin