Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Marak Peristiwa Bullying dan Kekerasan, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ikut Geram, Minta Peradilan Anak Dijalankan

Budhi Prasetya • Kamis, 24 Juli 2025 | 22:50 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, turut berkomentar terkait bullying dan kekerasan anak di lingkungan sekolah yang melibatkan pelajar.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, turut berkomentar terkait bullying dan kekerasan anak di lingkungan sekolah yang melibatkan pelajar.

Jawa Pos Radar Madiun – Aksi bullying atau perundungan dan kekerasan terhadap anak semakin mengkhawatirkan.

Seperti yang baru saja terjadi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Seorang siswa baru jadi korban perundungan yang disertai kekerasan fisik.

Ironisnya, insiden tersebut terjadi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Peristiwa itu kemudian viral setelah video rekaman bullying tersebar di media sosial.

Siswa kelas VII SMP Negeri 3 Doko di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dikeroyok belasan siswa lainnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka fisik dan trauma. Keluarga korban menyatakan tidak mau berdamai, memutuskan tetap membawa ke jalur hukum.

Kasus bullying dan kekerasan terhadap anak rupayanya juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Ia menyesalkan masih adanya perundungan di kalangan anak usia sekolah. Dia meminta agar para pelaku mendapat pembinaan serius.

“Saya minta para pelaku utama bullying dan provokator, diberi sanksi dan pembinaan serius. Meski pelaku masih anak-anak, mereka tetap bisa diproses hukum melalui sistem peradilan pidana anak," kata Sahroni, seperti dikutip dari JawaPos.com, Kamis 24 Juli 2025.

Sahroni secara tegas meminta Polri bertindak memutus mata rantai perundungan di sekolah. Sebab, peristiwa tersebut terus berulang terjadi di lokasi yang berbeda.

"Saya minta polisi harus betul-betul bisa memutus mata rantai kekerasan pada anak dan remaja, karena saya lihat kasusnya sudah terlalu banyak belakangan ini,” ujarnya.

“Mulai dari bullying lah, pengeroyokan lah, tawuran lah, ini PR besar yang menuntut respons proaktif dan tegas dari kepolisian,” tambah Sahroni.

Selain pihak kepolisian, politikus muda itu juga mengingatkan pihak sekolah untuk berperan aktif melakukan edukasi dan pencegahan perundungan di tempat kerjanya.

“Lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah juga harus bisa menghentikan aksi-aksi premanisme ini di ruang kelas mereka,” pintanya.

“Bisa dengan edukasi terus menerus, melindungi dan responsif terhadap korban, hingga tidak ragu untuk bekerjasama dengan polisi jika dibutuhkan," terang Sahroni.

Politikus Partai NasDem ini tak ingin dunia pendidikan Indonesia dipenuhi oleh aksi kekerasan. Sebab, para pelajar tersebut akan menjadi masa depan bangsa.

"Pokoknya yang terpenting adalah generasi muda kita harus bisa tumbuh dengan layak tanpa trauma dari kekerasan antara sesamanya. Itu yang jadi PR kita semua,” pungkas Sahroni.

Editor : Budhi Prasetya
#bullying #siswa smp #mpls #perundungan #Komisi III DPR RI #kekerasan anak #Sahroni