Jawa Pos Radar Madiun – Universitas Merdeka (Unmer) Madiun kembali menghadirkan terobosan lewat Program Hilirisasi Riset 2025.
Kali ini, mereka memperkenalkan Bioreef-Transplant (BoT), teknologi pengembangan transplantasi terumbu karang yang dirancang untuk mempercepat upaya konservasi kawasan laut, khususnya di Pantai Pasir Putih Karanggongso, Trenggalek.
Guru Besar Fakultas Pertanian Unmer Madiun, Prof. Dr. Ir Rahmanta Setiahadi, M.P menjelaskan, BoT merupakan pengembangan dari model BioReef sebelumnya.
Bedanya, BoT dilengkapi wadah khusus untuk transplantasi bibit karang sehingga proses restorasi menjadi lebih efisien.
“Kami menggunakan substrat alami seperti batok kelapa, sabut, bambu, hingga biomaterial ramah lingkungan sebagai media kembang biak fragmen terumbu karang,” jelas Rahmanta.
Pengembangan teknologi ini dilatarbelakangi penelitian pada 2024 melalui hibah penelitian Katalis (Kolaborasi Penelitian Strategis) yang ditemukan bahwa kerusakan terumbu karang di Karanggongso yang dipicu sedimen tinggi, bleaching, hingga penangkapan destruktif.
Berdasarkan riset tahun 2024, persentase DCA (Dead Coral Algae) di perairan Karanggongso mencapai 11,24 persen, masuk kategori buruk.
BoT dirancang untuk mempercepat proses penempelan larva planula karang dan memulihkan ekosistem yang rusak.
Riset ini dikerjakan tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ir Rahmanta Setiahadi, M.P, Ir. Joko Setyo Martono, M.P., dan Dr. Seno Aji, S.Si., M.T.
Mereka mengembangkan desain prototipe BoT dengan prinsip sederhana, murah, dan bisa diproduksi masyarakat lokal.
BoT diharapkan dapat menjadi model restorasi yang dapat direplikasi secara nasional. Dengan rancangan low-tech, masyarakat pesisir bisa memproduksi BoT menggunakan alat sederhana, sehingga mendukung konservasi sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
“Jika berhasil, BoT akan diajukan sebagai rekomendasi kebijakan untuk program konservasi laut dan pengembangan edu-ekowisata,” ujar Rahmanta.
Joko Setyo menambahkan, teknologi sederhana ini memudahkan masyarakat terlibat langsung dalam pelestarian ekosistem laut. “Dengan keterlibatan masyarakat, upaya restorasi bisa lebih cepat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Jika validasi BoT sukses, program ini berpotensi memperkuat daya tarik Pantai Pasir Putih Kabupaten Trenggalek sebagai kawasan wisata edukasi dan konservasi, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut. (eln/*)
Editor : Mizan Ahsani