Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kualitas Pendidikan Digenjot, Gelar School Leaders Conference 2025 untuk Cetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Dony Christiandi • Senin, 17 November 2025 | 21:17 WIB
Eko Hardiansyah Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim.
Eko Hardiansyah Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim.

Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan kepala sekolah dan guru Muhammadiyah se-Jawa Timur berkumpul dalam School Leaders Conference 2025, sebuah konferensi pendidikan yang menghadirkan langsung pakar pembelajaran dari Singapura sebagai upaya meningkatkan kualitas sekolah menuju Indonesia Emas 2045.

Acara yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim bekerja sama dengan Marshall Cavendish Education dan JPBooks ini berlangsung di Kantor PW Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (15/11).

Sebanyak 250 peserta dari SD/MI hingga SMP/MTs hadir dalam agenda bertema “Transforming Education to Prepare Students Invent the Future.”

Belajar Langsung dari Sistem Pendidikan Singapura

Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PW Muhammadiyah Jatim, Eko Hardiansyah, menyampaikan bahwa konferensi ini sengaja menghadirkan tokoh pendidikan dari Singapura agar para kepala sekolah terinspirasi menjalankan transformasi pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Kita hadirkan tokoh pendidikan Singapura bekerja sama dengan Marshall Cavendish Education, dengan maksud kepala sekolah bisa terinspirasi bagaimana kemudian pendidikan dari Singapura,” kata Eko.

Menurutnya, Singapura adalah contoh negara dengan sistem pendidikan terbaik dunia, sehingga strategi keberhasilan mereka layak dipelajari dan diadaptasi untuk memperkuat pendidikan Muhammadiyah.

Mendukung Kebijakan Nasional dan Target PISA

Direktur JPBooks, Yudha Indrawan, menegaskan kolaborasi dengan Marshall Cavendish Education selaras dengan program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Termasuk penerapan deep learning, metode pembelajaran bilingual, serta persiapan menghadapi Bahasa Inggris sebagai mapel wajib tahun 2027.

“Event dengan Muhammadiyah ini bisa menjadi pilot project besar kami agar menjadi contoh yang baik di sekolah lainnya,” ujarnya.

Yudha menilai, tantangan terbesar adalah pemerataan kompetensi guru, terutama dalam bahasa Inggris, literasi, dan numerasi.

Untuk itu, pihaknya menyiapkan bahan ajar standar internasional dengan metodologi Singapura.

Singapura Ungkap Kiat Sukses Pendidikan

Business Development Director Marshall Cavendish Education Asia Tenggara, Tri Turturi Farah Neswary, menyampaikan bahwa pihaknya berbagi pengalaman lengkap tentang perjalanan Singapura membangun kualitas pendidikan.

“Kita bagikan pengalaman Singapura yang bisa menjadi inspirasi bagi sekolah Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai hasil yang lebih baik,” tutur Tri.

Tri juga menjelaskan sistem pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris di Singapura, termasuk integrasi kecerdasan artificial (AI) dalam kelas.

Peserta Antusias: “Sangat Bermanfaat”

Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil, Marisa Izzah, mengaku acara ini sangat berharga bagi sekolahnya yang sedang berkembang.

“Acara ini sangat luar biasa. Tidak sia-sia saya mengirim 17 guru. Insyaallah sangat bermanfaat dari narasumber,” ungkap Marisa. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #Singapura #Muhammadiyah #pendidikan