Jawa Pos Radar Madiun - Jagat maya YouTube dan TikTok tengah diramaikan oleh tren unik yang dikenal sebagai study-streamer. Fenomena ini memperlihatkan seseorang yang menyiarkan diri mereka sendiri saat sedang belajar atau bekerja dalam durasi berjam-jam.
Meski terdengar sederhana, tayangan ini justru mampu menyedot perhatian hingga ribuan penonton secara bersamaan.
Baca Juga: Viral Link CPNS Bea Cukai 2026 Palsu Beredar di TikTok, Kemenkeu Beberkan Fakta Sebenarnya
Lantas, mengapa menonton orang lain belajar terasa begitu candu bagi netizen? Ternyata ada beberapa alasan psikologis dan faktor efektivitas di baliknya:
1. Efek Body Doubling
Secara psikologis, menonton orang lain produktif menciptakan efek body doubling. Bagi penonton, melihat seseorang fokus pada tugasnya dapat memicu rasa tanggung jawab serupa. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang sulit memulai pekerjaan atau sering merasa kesepian saat belajar mandiri di rumah.
2. Estetika dan Ketenangan (Ambience)
Para study-streamer biasanya mengemas siaran mereka dengan visual yang estetik. Mulai dari pencahayaan yang hangat, tatanan meja belajar yang rapi, hingga iringan musik lo-fi atau suara hujan (ambient noise).
Suasana ini memberikan efek relaksasi yang membuat penonton merasa lebih tenang dan nyaman dalam menyelesaikan tugas mereka sendiri.
3. Komunitas dan Dukungan Moral
Fitur live chat pada platform streaming memungkinkan penonton berinteraksi secara real-time. Mereka sering kali saling menyemangati, berbagi tips belajar, hingga melakukan sesi istirahat bersama menggunakan metode Pomodoro.
Interaksi ini menciptakan rasa kebersamaan bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam menghadapi ujian atau tenggat waktu pekerjaan.
4. Melawan Distorsi Media Sosial
Di tengah gempuran konten hiburan berdurasi pendek yang sering kali mendistraksi, tren study-streamer hadir sebagai penyeimbang.
Konten ini justru mengajak pengguna media sosial untuk meletakkan ponsel (kecuali untuk memutar stream tersebut) dan fokus pada prioritas yang lebih penting di dunia nyata.
Baca Juga: PSSI Rilis Jadwal Resmi Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026, Persinga Ngawi Siap Getne Wae!
Fenomena ini membuktikan bahwa platform media sosial kini tidak hanya sekadar tempat mencari hiburan, namun juga bertransformasi menjadi ruang dukungan produktivitas bagi generasi digital yang haus akan fokus dan koneksi sosial yang positif.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani