Jawa Pos Radar Madiun - Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung tahun 2026 di wilayah Jawa Barat telah resmi diumumkan pada hari Senin kemarin.
Para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi kini dapat melihat hasil kelulusan akhirnya secara daring melalui portal resmi milik Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Sayangnya, momen yang seharusnya dipenuhi euforia bagi para siswa unggulan ini justru diwarnai oleh dugaan kejanggalan sistem yang memicu protes keras dari sejumlah orang tua.
Baca Juga: Said Iqbal Siap Laporkan Menteri yang Tak Pro Buruh ke Presiden Prabowo
Kejanggalan Sistem Jelang Pengumuman Akhir
Puluhan orang tua calon siswa berbondong-bondong mendatangi SMAN 1 Garut untuk meminta pertanggungjawaban dan penjelasan terkait status kelulusan anak mereka yang berubah tiba-tiba.
Berdasarkan keterangan salah satu wali murid, anaknya sebelumnya sudah tercatat masuk dalam daftar aman kuota penerimaan melalui jalur Kompetensi Nonakademik Tahfidz.
Namun, status pendaftaran yang awalnya tertulis verifikasi selesai tersebut secara mendadak berubah menjadi keterangan pendaftaran belum dikirim tepat dua hari sebelum pengumuman akhir.
Perubahan status yang sangat misterius ini dilaporkan tidak hanya terjadi pada satu orang, melainkan turut dialami oleh delapan belas peserta lain yang sebelumnya sudah mengamankan peringkat.
Indikasi Pergeseran Kuota Lintas Jalur
Selain memprotes hilangnya nama para peserta yang sudah tervalidasi, para orang tua juga menyoroti tajam dugaan pergeseran kuota penerimaan yang dinilai sangat tidak masuk akal.
Kursi kosong yang ditinggalkan akibat gugurnya belasan peserta secara paksa tersebut diduga kuat malah dialihkan untuk pendaftar yang berasal dari jalur akademik.
Padahal di dalam pedoman resmi SPMB, sistem telah merumuskan aturan kaku yang memberikan pemisahan kuota secara mutlak antara pendaftar jalur prestasi akademik dengan prestasi nonakademik.
Hingga saat ini, pihak panitia seleksi di sekolah maupun Kantor Cabang Dinas terkait masih belum memberikan klarifikasi transparan yang bisa menjawab rentetan pertanyaan kritis para orang tua.
Alternatif Jalur Pemetaan Bagi Peserta Gugur
Di tengah polemik sistematis yang sedang bergulir ini, pemerintah provinsi sebenarnya telah menyiapkan instrumen penerimaan alternatif bagi peserta yang belum berhasil menembus Sekolah Maung.
Para pendaftar yang dinyatakan gugur masih memiliki kesempatan untuk mengamankan kursi pendidikan melalui sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di sekolah menengah negeri reguler.
Sistem cerdas ini akan bekerja secara otomatis memetakan peluang siswa untuk diterima di sebuah sekolah dengan mengakumulasikan hitungan jarak domisili, nilai rapor, dan ketersediaan kuota.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 1.896 Triliun untuk 8 Program Prioritas Prabowo Tahun 2027
Apabila hasil pemetaan tersebut dirasa kurang menguntungkan, calon peserta didik baru tetap diberikan kebebasan penuh untuk bersaing kembali melalui SPMB jalur reguler tahap satu dan tahap dua.
Dinas Pendidikan Jawa Barat dituntut untuk segera mengaudit transparansi sistem dan memberikan jawaban yang jujur kepada para wali murid agar kredibilitas seleksi sekolah unggulan tidak hancur.
Akuntabilitas pengelolaan data menjadi harga mati agar program ini murni melahirkan bibit siswa berprestasi tanpa menyisakan polemik yang mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura