Jawa Pos Radar Madiun - Kamu sudah baca ulang catatan berkali-kali. Sudah membuat ringkasan berwarna-warni. Sudah belajar sampai tengah malam.
Tapi nilai ujian tetap mengecewakan. Masalahnya bukan kamu yang kurang pintar atau kurang rajin masalahnya ada pada metode belajar yang selama ini kamu gunakan.
Kenapa Membaca Ulang Adalah Cara Belajar Paling Tidak Efisien
Membaca ulang memberikan ilusi penguasaan materi. Ketika kamu membaca teks yang sudah familiar, otak merespons dengan 'keakraban' sesuatu yang terasa seperti pemahaman padahal bukan.
Fenomena ini disebut fluency illusion, dan inilah yang membuat jutaan pelajar merasa sudah paham padahal akan lupa semuanya dalam 24 jam.
Dua Teknik Belajar Berbasis Sains yang Benar-Benar Bekerja
Active Recall Belajar dengan Mengambil, Bukan Menerima
Alih-alih membaca ulang catatan, tutup bukumu dan coba ingat kembali apa yang baru saja kamu pelajari. Tuliskan semua yang kamu ingat tanpa melihat sumber.
Proses 'penarikan' informasi inilah yang memperkuat jalur memori di otak secara signifikan. Penelitian dari Washington University menunjukkan active recall meningkatkan retensi hingga 50% lebih baik dari membaca ulang.
Baca Juga: Gaji Naik tapi Tabungan Tidak Bertambah? Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Spaced Repetition Belajar di Interval yang Tepat
Otak manusia secara alami lupa dan kurva pelupaan (forgetting curve) Ebbinghaus membuktikan bahwa kita melupakan 70% materi baru dalam 24 jam.
Spaced repetition melawan ini dengan mengulang materi tepat sebelum kamu melupakannya. Aplikasi seperti Anki menggunakan algoritma ini untuk mengoptimalkan sesi belajar.
Cara Menerapkannya Mulai Besok
Setelah belajar selama 25 menit, tutup semua materi dan tuliskan di kertas kosong semua yang kamu ingat (active recall).
Ulangi materi di hari 1, hari 3, hari 7, dan hari 21 setelahnya (spaced repetition). Ganti highlight dan membaca ulang dengan membuat pertanyaan dari materi, lalu jawab tanpa melihat catatan.
Lebih Sedikit Waktu, Hasil Lebih Baik
Para pelajar yang mengadopsi teknik ini secara konsisten tidak hanya mendapat nilai lebih baik mereka juga belajar lebih singkat.
Karena efisiensi belajar adalah tentang kualitas proses mental, bukan kuantitas jam yang dihabiskan di depan buku. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun