(Direktur Jawa Pos Radar Madiun)
Dua puluh tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah perjalanan media. Pada 12 Juli 2026 ini, Jawa Pos Radar Madiun genap menapaki usia baru.
Jika diibaratkan manusia, usia 27 adalah fase matang-matangnya; fase di mana kekuatan fisik berpadu sempurna dengan ketajaman berpikir.
Di usia ini, kami tidak hanya bicara tentang bagaimana cara bertahan di tengah badai disrupsi digital, tetapi bagaimana kami bisa terus melangkah lebih jauh, membawa dampak nyata, dan—yang terpenting—tetap Tangguh Beradaptasi, Teguh Menginspirasi.
Perubahan zaman adalah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Media cetak dan digital hari ini tidak lagi sekadar menjadi menara gading yang merekam peristiwa dari kejauhan.
Lebih dari itu, kami harus menjadi jembatan yang menghubungkan ide, inovasi, dan masa depan. Itulah mengapa, memasuki usia ke-27 ini, Jawa Pos Radar Madiun memantapkan arah kompasnya untuk bergerak lebih dekat, melebur, dan bersinergi dengan episentrum lahirnya peradaban baru: dunia pendidikan, kampus, dan sekolah.
Komitmen ini bukan sekadar narasi di atas kertas. Bulan Juni lalu, kami telah menunaikan salah satu ikhtiar besar melalui gelaran Education Award 2026.
Melalui panggung apresiasi tersebut, Radar Madiun ingin membungkuk hormat dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para insan pendidikan di Madiun Raya yang tanpa lelah menyalakan lentera ilmu di ruang-ruang kelas. Mereka adalah pahlawan sunyi yang membentuk wajah Madiun di masa depan.
Namun, Education Award barulah sebuah permulaan.
Langkah konkret terus kami rajut. Belakangan ini, saya bersama jajaran manajemen Jawa Pos Radar Madiun mulai turun langsung, mengetuk pintu satu per satu kampus di wilayah Madiun Raya.
Kunjungan-kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi formalitas di ruang rapat ber-AC. Ini adalah upaya kami untuk mendengarkan, menyerap energi muda, dan menyatukan frekuensi.
Kami ingin mendengar apa yang gelisah di pikiran para akademisi, dan apa yang sedang dimimpikan oleh para mahasiswa.
Mengapa harus kampus dan sekolah? Karena di sanalah tempat di mana literasi diuji dan masa depan dirumuskan.
Kami ingin Radar Madiun menjadi laboratorium hidup bagi para pelajar dan mahasiswa. Kami ingin halaman koran kami, ruang studio kami, hingga platform digital kami menjadi panggung bagi karya, riset, dan gagasan-gagasan segar dari dunia akademis.
Sinergi ini adalah perkawinan antara pengalaman media yang matang dengan idealisme dunia pendidikan yang tak pernah padam.
Di usia yang ke-27 ini, Jawa Pos Radar Madiun ingin menegaskan kembali posisinya: kami tidak berjalan di depan untuk menggurui, tidak pula berjalan di belakang untuk mengekor. Kami ingin berjalan beriringan, bergandengan tangan dengan sekolah dan kampus di Madiun Raya.
Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Madiun Raya yang terus membersamai langkah kami selama 27 tahun ini. Mari bersama-sama kita rawat ruang literasi ini, demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga tajam dalam berpikir dan kukuh dalam berbudaya.
Selamat ulang tahun ke-27, Jawa Pos Radar Madiun. Bersama dunia pendidikan, kita tatap masa depan dengan penuh optimisme.***
Editor : Mizan Ahsani