Guru SMKN 2 Madiun Ciptakan E-Tumbler Arsip, Media Belajar Digital Berbasis QR Code

Erlita H • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:47 WIB
INOVASI PEMBELAJARAN: Guru SMKN 2 Madiun menunjukkan E-Tumbler Arsip, media pembelajaran berbasis QR Code yang menghubungkan siswa dengan materi kearsipan digital secara interaktif sekaligus mendukung program Green School.
INOVASI PEMBELAJARAN: Guru SMKN 2 Madiun menunjukkan E-Tumbler Arsip, media pembelajaran berbasis QR Code yang menghubungkan siswa dengan materi kearsipan digital secara interaktif sekaligus mendukung program Green School.

Jawa Pos Radar Madiun – Inovasi pembelajaran terus dikembangkan untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja.

Salah satunya dilakukan Guru SMKN 2 Madiun, Rinda Dwi Wahyuli, S.E., M.M., yang menciptakan E-Tumbler Arsip, media pembelajaran berbasis QR Code yang mengubah tumbler menjadi sarana belajar kearsipan digital.

Rinda mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan pembelajaran mata pelajaran Administrasi Perkantoran yang selama ini masih didominasi metode konvensional.

Siswa umumnya mempelajari materi melalui buku, lembar kerja siswa (LKS), dan penjelasan guru sehingga belum memperoleh gambaran praktik pengelolaan arsip digital yang diterapkan di dunia kerja.

"Lulusan SMK saat ini dituntut menguasai kearsipan digital. Karena itu, kami ingin menghadirkan media belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan sesuai kebutuhan industri," ujarnya, Selasa (28/7).

E-Tumbler Arsip memanfaatkan tumbler berbahan stainless steel maupun polimer yang dilengkapi desain sistem kearsipan dan QR Code.

Ketika kode dipindai menggunakan telepon seluler, siswa akan langsung terhubung ke materi pembelajaran digital yang tersimpan di Google Site maupun Google Drive.

Materi yang tersedia meliputi contoh surat masuk, surat keluar, nota dinas, video simulasi pengelolaan arsip, infografis, kuis interaktif, hingga praktik penyusunan arsip digital menggunakan spreadsheet.

Dalam penerapannya, Rinda menggunakan metode scan, pelajari, dan praktik.

Setelah memindai QR Code, siswa mempelajari materi secara mandiri, kemudian langsung mempraktikkan klasifikasi arsip serta sistem filing digital.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat proses belajar lebih menarik sekaligus meningkatkan literasi digital siswa.

Selain itu, materi pembelajaran dapat diperbarui kapan saja tanpa harus mencetak ulang bahan ajar sehingga lebih efisien.

"Tumbler menjadi pintu masuk menuju kelas digital. Materi bisa diakses kapan saja sehingga siswa tetap dapat belajar di luar kelas," katanya.

Inovasi ini juga mendukung program Green School dengan mengurangi penggunaan bahan ajar cetak sekaligus membiasakan siswa membawa tumbler untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Rinda berharap E-Tumbler Arsip mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap kearsipan digital, memperkuat keterampilan praktik, sekaligus menumbuhkan minat belajar.

Ke depan, konsep pembelajaran berbasis tumbler dan QR Code tersebut diharapkan dapat diterapkan pada mata pelajaran lain serta menjadi salah satu produk unggulan sekolah.

"Harapannya E-Tumbler Arsip tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga membuktikan bahwa benda sederhana dapat diubah menjadi ruang belajar digital yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
E-Tumbler Arsip kearsipan digital smkn 2 madiun