Demi Konten Viral Jangan Lupakan Etika, Begini Cara Menghargai Seniman Wayang

Ki Damar • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:29 WIB
Ilustrasi pementasan wayang. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi pementasan wayang. (RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun – Membeli tiket atau memberikan uang kepada penyelenggara merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kesenian. Namun, transaksi tersebut tidak membuat penonton bebas melakukan apa saja selama pertunjukan berlangsung.

Menghargai seni tidak berhenti ketika tiket sudah dibeli. Ada etika yang tetap perlu dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap seniman maupun penonton lainnya.

Datang terlambat hingga mengganggu orang lain, berbicara keras ketika dalang memainkan adegan penting, atau terlalu sibuk membuat konten tanpa memperhatikan jalannya pertunjukan merupakan kebiasaan yang layak direnungkan kembali.

Sebab, di balik sebuah pertunjukan wayang terdapat banyak orang yang telah bekerja. Dalang mempersiapkan lakon, pengrawit menjaga irama, sinden membangun suasana, sementara kru bekerja sejak sebelum hingga setelah pertunjukan selesai.

Mereka bukan sekadar penyedia hiburan, melainkan pelaku kebudayaan.

Baca Juga: Kelestarian Wayang Bukan Cuma Tugas Dalang, Penonton Juga Punya Tanggung Jawab

Media Sosial Bisa Membantu Wayang

Kehadiran generasi muda sebenarnya memberikan energi baru bagi perkembangan wayang. Banyak anak muda merekam pertunjukan, membuat konten, membagikan potongan adegan, mendesain poster digital, hingga mengenalkan tokoh wayang kepada teman-temannya.

Aktivitas tersebut merupakan bentuk baru kecintaan terhadap budaya.

Namun, keinginan mendapatkan video menarik atau bahkan viral jangan sampai mengganggu pertunjukan. Begitu pula ketika ingin berfoto dengan dalang atau seniman seusai mereka bekerja selama berjam-jam.

Kecintaan terhadap budaya Jawa seharusnya berjalan beriringan dengan penghormatan kepada pelakunya.

Media sosial dengan demikian dapat menjadi sarana promosi yang kuat. Namun, teknologi akan jauh lebih bermanfaat apabila digunakan dengan tetap menjaga etika menonton wayang.

Menjadi penggemar tidak hanya ditunjukkan dengan dokumentasi yang bisa diunggah ke media sosial. Sikap selama berada di arena pertunjukan justru menjadi salah satu ukuran seberapa jauh seseorang memahami kesenian yang dicintainya. (*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
dalang Viral budaya wayang