Jawa Pos Radar Madiun – Perjuangan tidak selalu berlangsung dengan mengangkat senjata. Dalam wayang kulit, pesan tersebut tergambar melalui lakon Wirata Purwa, ketika Pandawa harus menjalani masa penyamaran di Kerajaan Wirata setelah melewati masa pembuangan.
Pandawa sebenarnya mengetahui bahwa mereka mempunyai hak yang harus diperjuangkan. Namun, keadaan membuat mereka tidak bisa bertindak gegabah.
Mereka harus menyembunyikan jati diri, menjaga kehormatan, menahan diri, dan menunggu datangnya waktu yang tepat. Perjuangan semacam ini membutuhkan kesabaran sekaligus kemampuan membaca keadaan.
Di sinilah Wirata Purwa memberikan gambaran bahwa keberanian bukan hanya persoalan maju menghadapi lawan. Ada kalanya keberanian justru diwujudkan dengan bertahan ketika keadaan belum berpihak.
Pandawa menghadapi penderitaan dan keterbatasan dengan keteguhan hati. Mereka tidak kehilangan tujuan meski untuk sementara harus hidup dalam penyamaran.
Baca Juga: Smazapo Menggila! Hajar SMAN 1 Dagangan 5-0 di Laga Pembuka Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya
Kesabaran Juga Bagian dari Perjuangan
Nilai dalam lakon tersebut memiliki persinggungan dengan semangat perjuangan bangsa Indonesia. Perjalanan menuju kemerdekaan tidak hanya mengandalkan perlawanan fisik.
Para pejuang juga membutuhkan strategi, persatuan, kesabaran, pengorbanan, dan kecermatan membaca situasi. Perjuangan bahkan berlangsung melalui diplomasi, pendidikan, organisasi, pers, hingga gerakan kebudayaan.
Wirata Purwa dengan demikian mengajarkan bahwa kemenangan tidak selalu diperoleh dengan jalan tercepat.
Keteguhan mempertahankan tujuan ketika menghadapi kesulitan juga merupakan bagian penting dari perjuangan.
Pesan tersebut tetap relevan untuk generasi sekarang. Bentuk perjuangan memang berubah, tetapi kesabaran, disiplin, kecerdikan, dan kemampuan mengendalikan diri tetap dibutuhkan untuk mencapai sebuah tujuan.
Dari balik kelir, Pandawa seakan mengingatkan bahwa perjuangan Pandawa bukan hanya kisah masa lalu. Ada pelajaran tentang bagaimana manusia bertahan, menjaga keyakinan, dan menunggu waktu yang tepat untuk memperjuangkan apa yang menjadi haknya. (*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani