Tidak Asal Melucu, Dalang Wayang Kulit Punya Beban Berat Jaga Nilai Budaya

Ki Damar • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 18:32 WIB
PAGELARAN WAYANG: Pagelaran wayang kulit siang hari yang digelar di Kantor Kepala Desa Pakah.
PAGELARAN WAYANG: Pagelaran wayang kulit siang hari yang digelar di Kantor Kepala Desa Pakah.

Jawa Pos Radar Madiun – Kekayaan cerita pewayangan yang luar biasa membutuhkan "jembatan" yang kokoh untuk sampai ke telinga masyarakat.

Jembatan tersebut adalah sosok seorang dalang.

Ketika seorang dalang mendapatkan jadwal pentas, sesungguhnya ia sedang membuka peluang untuk membangun hubungan dengan masyarakat.

Satu pertunjukan yang memukau dapat membuka pintu rezeki untuk panggung-panggung berikutnya.

Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi beban tanggung jawab moral yang sangat besar.

Jangan sampai penonton pulang ke rumah hanya dengan membawa rasa kecewa.

Sebab, sama halnya dengan kabar baik, ulasan buruk pun dapat menyebar dengan sangat cepat dari mulut ke mulut.

Setiap pertunjukan adalah pertaruhan reputasi untuk memberikan pengalaman terbaik.

Hal ini bukan berarti seorang dalang harus "mengemis" pujian dari penonton.

Dalang juga tidak boleh mengorbankan pakem kualitas seni hanya demi memancing tawa receh.

Tantangan terbesarnya adalah bagaimana meramu unsur hiburan, pakem pedalangan, dan nilai budaya agar berjalan harmonis.

Dalang yang cerdas pada dasarnya sedang menginvestasikan hubungan jangka panjang dengan penontonnya.

Pada akhirnya, menghidupkan wayang bukan hanya soal kepiawaian siapa yang duduk di balik kelir.

Ada pengrawit yang menabuh gending, pesinden yang melantunkan tembang, kru tata panggung, dan penonton yang memberi napas.

Dalang bertugas menghidupkan wayang, namun respons penontonlah yang menghidupkan semangat sang dalang.

Ketika penonton pulang dengan senyum puas, sejatinya pementasan itu belum benar-benar selesai.

Pertunjukan itu akan terus "berjalan" dari warung ke warung, menjelma menjadi undangan untuk panggung berikutnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
dalang hiburan seni Lakon wayang