Bukan Sekadar Pemain di Balik Kelir, Ini Peran Vital Dalang Hidupkan Roh Wayang Kulit

Ki Damar • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 16:52 WIB
Wayang kulit dengan lakon Wahyu Kamulyan dibawakan oleh Ki Dalang Kamsiyanto diiringi tim pengrawit dan sinden.
Wayang kulit dengan lakon Wahyu Kamulyan dibawakan oleh Ki Dalang Kamsiyanto diiringi tim pengrawit dan sinden.

Jawa Pos Radar Madiun – Pertunjukan wayang kulit sejatinya bukan sekadar panggung yang mempertemukan kelir, blencong, gamelan, dan sinden.

Di balik kemegahan pertunjukan tersebut, terdapat perjalanan panjang sebuah kebudayaan warisan leluhur.

Wayang senantiasa membawa nilai kehidupan, pitutur luhur, kritik sosial, hingga gambaran nyata tentang bagaimana manusia menjalani kehidupan.

Oleh karena itu, ketika membicarakan masa depan wayang, tidak cukup hanya bertanya apakah penontonnya masih ramai.

Pertanyaan paling mendasar yang harus dijawab adalah, ke mana sebenarnya arah kebudayaan ini sedang dibawa?

Dalam perjalanan panjang tersebut, posisi seorang dalang ibarat seorang sopir kendaraan.

Sang dalang memegang kendali mutlak atas arah perjalanan pertunjukan, sementara penonton adalah penumpangnya.

Baca Juga: Oktober Cair! Ada BSU Rp 900 Ribu dan Bantuan Beras, Ini 6 Stimulus yang Segera Digerojok Pemerintah

Sopir yang cerdas tentu akan tahu kapan kendaraannya harus melaju cepat, kapan harus memperlambat tempo, dan kapan harus berhenti.

Demikian pula seorang dalang di atas panggung.

Ia harus sangat peka mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memberikan wejangan, membangun suasana magis, atau menyisipkan humor segar.

Semua elemen tersebut diramu untuk membawa penonton masuk sepenuhnya ke dalam inti cerita.

Posisi dalang sangat krusial karena melaluinya penonton mengenal wajah asli pewayangan.

Cara dalang memilih lakon, membangun karakter tokoh, menyusun konflik, hingga menyampaikan kritik sosial akan membentuk kesan mendalam di benak penonton.

Pada akhirnya, dalang bukan hanya pemain di balik kelir, melainkan pemimpin mutlak dari perjalanan sebuah seni pertunjukan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
kesenian jawa dalang wayang kulit seni budaya