Takmir Masjid Apung Riyan Yudiyanto mengungkapkan, ada beberapa sisi bangunan masjid yang rusak. Di antaranya, jembatan, jangkar dan bagian pelataran. Tali penahan masjid juga putus tersangkut sampah kayu yang terbawa aliran sungai.
Kondisi itu sempat membuat posisi masjid mengalami pergeseran beberapa meter dari tepi sungai. ‘’Saat kejadian, arus sungai memang meluap dan deras,’’ katanya kemarin (30/1).
Riyan mengaku fondasi bambu Masjid Apung memang mulai keropos sejak dibangun empat tahun lalu. Sehingga, termpat ibadah tersebut rawan hanyut ketika aliran Sungai Grindulu deras. ‘’Selain bangunannya rusak, ada beberapa kelengkapan masjid yang hilang terbawa aliran sungai. Seperti Alquran, peralatan salat dan speaker,’’ ungkapnya.
Pascakejadian proses perbaikan langsung dilakukan pengurus masjid dengan dibantu pihak TNI/Polri. Bambu-bambu yang rusak diganti dengan baru. Kemudian mengembalikan Masjid Apung ke posisi semula. ‘’Masjid bisa kembali digunakan setelah kami perbaiki secara gotong royong,’’ ujar Riyan. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto