Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menginventarisasi banjir menerjang 14 titik. Sedikitnya ratusan rumah di tiga kecamatan terdampak. Paling parah dampak luapan sungai Sekayu yang menggenangi Lingkungan Prayungan, Kelurahan Paju. Ketinggian air mencapai 50-80 sentimeter.
‘’30 rumah tergenang di Paju. Sekolah terpaksa diliburkan karena MIN 6 Paju juga terendam banjir,’’ ungkap Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardana.
Seluruh personil gabungan dikerahkan ke lokasi. Mewaspadai banjir susulan mengingat intensitas hujan masih tinggi hingga petang. BPBD masih berhitung total kerusakan infrastruktur dan kerugian material yang ditimbulkan. ‘’Kami rekap mendasar kaji cepat di lapangan,’’ tegasnya.
Sebanyak 14 warga diungsikan ke Masjid Baitul Takwa, Paju. Mereka terdiri dari disabilitas, lanjut usia (lansia), dan balita. Setelah menjalani pengecekan kesehatan, sepuluh pengungsi di antaranya berpindah pengungsian ke rumah kerabat terdekat. ‘’Masih ada empat lansia bertahan di pengungsian sampai kondisi air benar-benar surut,’’ kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Ponorogo Supriyadi.
Seluruh kebutuhan makan maupun kesehatan pengungsi ditanggung pemkab. Pihaknya juga sigap membangun dapur umum guna mencukupi kebutuhan seluruh warga terdampak.
Tidak terkecuali untuk menyuplai logistik seluruh petugas maupun relawan yang bertugas. ‘’Pagi tadi (kemarin) kami kirim 1.200 bungkus nasi, siang dan sore masing-masingnya juga 1.400 bungkus. BPBD juuga menyuplai selimut dan kebutuhan lainnya,’’ urainya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto