”Jadi, beberapa potongan tubuh manusia di lokasi kejadian di Sukoharjo dan Solo, pada Minggu (21/5) hingga Senin (22/5) ini, kami sudah berkoordinasi dengan tim forensik Polda Jateng yang datang di RSUD Moewardi dan ada informasi yang bisa untuk tambahan, yakni korban jenis kelamin laki-laki, perkiraan umur sekitar 40 tahun,” kata Kepala Polresta Surakarta Kombespol Iwan Saktiawan seperti dilansir dari JawaPos.com, Senin (22/5).
Dia menambahkan, diketahui terdapat tato bergambar naga di punggung dan lengan kanan. Informasi berikutnya, waktu kematian korban diperkirakan pada Kamis (18/5) hingga Jumat (19/5). Korban semasa hidupnya merupakan seorang perokok.
”Hasil otopsi dipastikan potongan kepala dan tubuh lain merupakan satu rangkaian. Walaupun masih ada bagian potongan tubuh yang belum ditemukan, tetapi dipastikan satu rangkaian,” jelas Iwan Saktiawan.
Iwan minta masyarakat yang mengenal, melihat, mendengar, atau mengetahui seseorang dengan ciri-ciri yang telah disebutkannya itu segera menghubungi Polresta Surakarta atau Polres Sukoharjo. Ini berguna untuk menggali keterangan lebih lanjut.
”Jadi, itu tambahan informasi sekaligus menyampaikan kepada masyarakat jika ada anggota keluarganya tidak pulang atau pergi, yang belum kembali, atau melaporkan hilang bisa disampaikan kepada kami. Harapannya bisa menambah bahan bagi polisi untuk mendalami sesuai apa yang saat ini dihadapi,” ujar Iwan Saktiawan.
Dia menambahkan, polisi tetap menyusuri sepanjang sungai untuk mencari informasi terkait lebih lanjut yang berkaitan dengan penemuan potongan tubuh tersebut.
Tiga potongan tubuh manusia itu ditemukan di sepanjang sungai di area Desa Cemani, Kecamatan Grogol, dan anak sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Ketiga potongan tubuh yang ditemukan pada Minggu (21/5) itu berupa tangan kiri di sungai kawasan Desa Cemani dan betis kaki kiri di anak sungai Bengawan Solo, Sukoharjo. Sementara itu, satu potongan tubuh lagi ditemukan di kawasan Cemani, Senin (22/5).
Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim (Kasatreskrim) Polres Sukoharjo AKP Teguh Prasetyo mengatakan polisi bersama TNI menerjunkan tim termasuk Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) menuju lokasi setelah mendapat laporan dari warga. Tim melakukan evakuasi terhadap potongan tubuh tersebut guna penyelidikan lebih lanjut. (jawapos.com/sib) Editor : Hengky Ristanto