NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bau tidak sedap menusuk hidung sejumlah petugas Perhutani Ngawi KPH Sidolaju dari arah petak 53A1 pekan lalu. Akan tetapi, mereka tidak mengira bahwa aroma busuk itu berasal dari jasad seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui.
Jane Doe, sebutan untuk perempuan tanpa identitas, itu ditemukan oleh Sukamto, 59, warga Desa Plang Lor, Kedunggalar, Ngawi, kemarin (20/6) sekitar pukul 08.30 WIB. Tempat kejadian perkara (TKP) penemuannya masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar.
Polisi menaruh curiga jasad perempuan tanpa identitas yang tinggal tulang belulang itu korban pembunuhan.
''Teman-teman yang mencium bau busuk tidak curiga atau mencari sumber baunya karena di area hutan biasa ditemui bangkai kera atau ular,'' kata Sulasno, penanggung jawab kawasan hutan petak 53A1.
Penemuan jasad bermula ketika Sukamto hendak menyemprot rumput liar di lahan hutan Perhutani yang dikelolanya untuk menanam jagung. Lokasinya berjarak tiga meter dari jalur alternatif truk pengangkut kayu dan tebu. Dari kejauhan, dia melihat jaket berwarna hitam di bawah tanaman jagung yang dipanen awal Mei lalu.
Ketika didekati, ada tengkorak di ujung jaket dan tulang di bawah celana. Dia lantas memanggil temannya untuk memastikan bangkai hewan atau manusia. ''Ternyata benar tengkorak manusia,’’ ujarnya sembari menyebut temuan itu lantas dilaporkan ke perangkat desa dan polisi.
Sukamto mengungkapkan, bau busuk yang menguar dari jasad cukup menyengat. Wajahnya mustahil dikenali karena bagian kepala tinggal tengkorak. Jasad mengenakan jaket warna biru dongker dan celana panjang. ''Pakai gelang bermotif dan kaus kaki hanya sebelah,’’ ungkapnya.
Dia menyampaikan bahwa lahan jagung sengaja tidak diurus setelah panen bulan lalu. Penyiapan lahan untuk tanam ulang mulai dilakukan Minggu (18/6). Dirinya bersama istri membasmi rumput liar menggunakan cairan pestisida. Area penyemprotan pada hari itu agak jauh dari lokasi penemuan jasad.
''Sama sekali tidak tahu kalau ternyata ada mayat,'' tandasnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya