Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lerai Keributan di Restoran, Anggota TNI AD Ditusuk Senjata Tajam, Tewas saat Dirawat di Rumah Sakit

Budhi Prasetya • Senin, 15 September 2025 | 20:40 WIB
Kepala Penerangan Kodam IV/ Diponegoro Kolonel Andy Soelistyo. Seorang anggota TNI dilaporkan tewas usai melerai pertikaian yang terjadi di sebuah restoran.
Kepala Penerangan Kodam IV/ Diponegoro Kolonel Andy Soelistyo. Seorang anggota TNI dilaporkan tewas usai melerai pertikaian yang terjadi di sebuah restoran.

Jawa Pos Radar Madiun – Nasib tragis dialami seorang prajurit TNI AD anggota Kodim 0707/Wonosobo, Jawa Tengah.

Anggota militer berpangkat sersan dua (serda) berinisial RS dilaporkan tewas akibat luka tusuk senjata tajam.

Insiden yang merenggut nyawa personel TNI AD itu terjadi usai  korban melerai pertikaian di salah satu restoran di Kabupaten Wonosobo.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam IV/ Diponegoro Kolonel Andy Soelistyo. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu 13 September 2025.

Ketika itu, terang Andy, Serda RS diketahui telah selesai melaksanakan tugas pemantauan pada malam berdarah yang merenggut nyawanya.

"Korban datang ke Resto Shaka di Desa Jolontoro untuk makan malam,” kata dia seperti dilansir dari JawaPos.com yang mengutip Antara.

Kapendam IV/Diponegoro mengungkapkan, korban sempat mendengar adanya keributan dari salah satu ruangan restoran menjelang tengah malam.

“Korban melihat seorang pengunjung sedang ribut dengan petugas restoran,” ujar Andy Soelistyo.

Serda RS, lanjut Andy, bergegas berusaha melerai pertikaian tersebut. Ia mengarahkan pengunjung restoran yang  terlibat keributan menuju tempat parkir.

Pengunjung restoran yang diketahui berinisial I itu lantas menuju mobil miliknya. Rupaya, ia mengambil senjata tajam.

Terduga pelaku tiba-tiba langsung menyerang korban dari arah belakang dengan menggunakan sajam hingga melukai bagian wajah prajurit TNi terseut.

“Setelah menyerang korban, pelaku langsung kabur dengan menggunakan mobil,” papar Andy Soelistyo.

Kapendam IV/Diponegoro mengatakan, Serda SR mendapat pertolongan dari petugas dan pengunjung restoran.

Ia yang mengalmi luka akibat penbyerangan brutal itu segera dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, upaya pertolongan tidak mebuahkan hasil.

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia pada hari Sabtu 13 September 2025  dini hari.

Terkait persitiwa tindak kekerasan itu, pihak polisi militer melakukan berkoordinasi dengan Polres Wonosobo untuk menyelidiki peristiwa tersebut. (*)

Editor : Budhi Prasetya
#wonosobo #tewas #prajurit tni #keributan