SLEMAN, Jawa Pos Radar Madiun – Seorang driver Shopee Food menjadi korban pemukulan di sebuah restoran kawasan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Video dan ceritanya viral setelah diunggah di media sosial, memicu gelombang solidaritas ratusan driver ojek online yang kemudian mengawal korban melapor ke polisi.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (12/11/2025) dini hari, ketika korban tengah menunggu pesanan di sebuah resto dan tiba-tiba didekati sekelompok orang yang sedang minum minuman keras.
Dalam laporan yang dituliskan korban, ia mengaku sedang fokus pada aplikasi dan menunggu orderan ketika tiba-tiba dipanggil dengan nada tinggi oleh seseorang dari kelompok yang sedang pesta minuman keras.
Korban diminta ikut minum, tetapi ia menolak secara halus karena sedang bekerja.
Penolakannya membuat salah satu oknum tersinggung dan kembali memanggilnya sambil mengusir dengan nada marah.
Karena fokus pada ponsel dan orderan, korban tidak menggubris. Tak lama kemudian, salah satu pelaku menghampiri dan memukul korban tepat di pipi.
Korban mengaku langsung mengalami pendarahan di mulut dan disuruh kabur oleh pegawai resto.
Usai keluar dari lokasi, ia mengecek kondisinya dan mendapati luka berdarah di bagian bibir.
Insiden tersebut memicu kemarahan komunitas ojek online Sleman dan sekitarnya.
Pada malam harinya, ratusan driver berkumpul dan mengawal korban membuat laporan ke Polresta Sleman.
Foto-foto konvoi driver ojol yang memadati jalanan menuju Mapolresta Sleman viral di media sosial dan grup komunitas.
Polisi kemudian menerima laporan serta melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.
Kejadian tersebut sudah masuk tahap penyelidikan. Polisi mengumpulkan rekaman CCTV, meminta keterangan saksi resto, serta akan memanggil terduga pelaku.
Pihak resto juga dimintai keterangan terkait dugaan pembiaran hingga pelaku bisa melakukan tindakan kekerasan terhadap driver ojol yang sedang menunggu pesanan.
Sementara itu, komunitas ojek online meminta polisi segera menangkap pelaku untuk memberikan efek jera.
Mereka menegaskan bahwa kekerasan terhadap mitra pengemudi tidak boleh dibiarkan, terutama saat mereka sedang menjalankan pekerjaan.
Beberapa perwakilan driver mengatakan akan terus mengawal kasus ini sampai pelaku ditangkap. (kid)
Editor : Nur Wachid