JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun - Duet Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi pasangan calon presiden-calon wakil presiden terkuat dengan elektabilitas teratas versi Lembaga Survei Indonesia (LSI). Menurut analisa Pengamat Politik Ray Rangkuti, figur Erick Thohir memberi efek elektoral yang paling mempengaruhi elektabilitas kandidat saat berpasangan.
Menurut data survei LSI, duet Prabowo-Erick Thohir berpeluang memenangkan kontestasi Pilpres jika dilaksanakan saat ini. Pasangan Prabowo-Erick Thohir unggul dari berbagai simulasi yang dilakukan oleh LSI.
Simulasi pertama, elektabilitas Prabowo-Erick Thohir unggul di angka 37,8 persen. Kemudian disusul Ganjar-Puan 28,2 persen dan menguntit di belakangnya ada pasangan Airlangga-Ridwan Kamil dengan elektabilitas 16,8 persen.
Hal yang serupa juga dikemukakan pada simulasi kedua, duet Prabowo-Erick Thohir kembali menempati posisi puncak dengan elektabilitas 37,6 persen. Keduanya mengungguli pasangan Ganjar-Sandiaga dengan 32,2 persen dan di posisi terbawah ada pasangan Airlangga-Ridwan Kamil dengan 14,9 persen.
“Kalau dilihat dari survei tersebut, kelihatan yang menjadi figur utamanya ada pada Erick Thohir sebagai cawapres,” ujar Ray.
Pendiri Lingkar Madani (Lima) itu menilai siapapun dari tiga capres terkuat saat ini, yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan jika disandingkan dengan Erick Thohir, pasangan tersebut akan mendapatkan suara terbanyak. Jadi menurut Ray, sosok Erick Thohir sebagai cawapres sangat mampu mendongkrak duetnya nanti di Pilpres 2024.
“Jadi dengan siapapun Erick Thohir dipasangkan beliau akan mendapatkan suara terbanyak. Maka ketika dipasangkan dengan Prabowo, pasangan Prabowo-Erick Thohir akan unggul dari pasangan-pasangan yang lain,” pungkas Ray. (*)
Editor : Hengky Ristanto